Dua Perampok Ditempatkan di Ruang Isolasi

0
1307
Kasatreskrim AKP Sodik Efendi mendatangi Misnatun, perampok yang tertembak kakinya di RSUD Genteng.
Kasatreskrim AKP Sodik Efendi mendatangi Misnatun, perampok yang tertembak kakinya di RSUD Genteng.

SRONO – Dua pelaku perampokan yang terluka tembak Misnatun, 41, asal Desa Ramban, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso, dan Abdul Aziz, 41, asal Dusun Bendelan, Desa/Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, yang terluka cukup berat di tangan dan wajah akibat terkena ledakan bom rakitan miliknya sendiri, hingga kemarin sore (13/9), masih menjalani perawatan di RSUD Genteng.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Abdul Aziz yang terkena ledakan, mata kanan terluka parah hingga nyaris buta. Karena lukanya itu, oleh petugas medis RSUD Genteng langsung dioperasi. Selanjutnya, kedua perampok itu ditempatkan di ruang isolasi dengan penjagaan ketat dari anggota polisi.

“Kedua pasien (pelaku perampokan) saat datang terluka parah,” terang Humas RSUD Genteng, dr. Sugiyo Sastro. Hanya saja, jelas dia, keduanya dalam kondisi sadar dan Cuma mengigau.

Loading...

“Satu pasien ada luka tembak di paha kanan dan pinggang, sedang yang satu luka parah ditangan kiri dan wajah,” ungkapnya. Saat dilakukan pemeriksaan, jelas dia, ditemukan seperti bekas proyektil di perut Misnataun. Tapi, keberadaan proyektil itu tidak mengenai organ yang membahayakan.

“Kemungkinan tidak mengenai pembuluh darah atau liver, jadi masih aman,” jelasnya. Tapi saat dilakukan operasi, ternyata tidak ada benda seperti proyektil. Makanya, tindakan operasi yang dilakukan itu dengan membersihkan dan melakukan pengamatan pasca operasi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2