Dua Warga Meninggal, Polres Banyuwangi Gencar Razia Miras

0
2080

Satu botol arak ukuran 600 mililiter dibeli Achmad seharga Rp 21 ribu. Miras itu kemudian dijual kembali pada konsumen seharga Rp 25 ribu. Pelaku mengaku sudah menjalan bisnis tersebut sejak sebulan terakhir dengan dua kali pemesanan pada KT langsung dari Bali.

Loading...

“Sekali kirim 20 botol yang dikemas dalam kardus. Sembilan botol kita amankan, 31 botol sisanya sudah laku terjual kepada konsumen,” jelasnya. Akibat perdagangan miras tanpa izin itu, pelaku dijerat dengan pasal 300 KUHP dengan sanksi tindak pidana ringan.

Jeratan lebih berat justru dijatuhkan kepada Slamet Mujiono, 47, warga Jalan Gandrung Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Selain diancam dengan pasal 300 KUHP pedagang miras ini juga dijerat dengan pasal 204 KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun.

Bisnis miras telah dilakoni Slamet selama empat tahun terakhir. Pekerjaan sebagai pedagang miras itu sudah dijalani sejak tahun 2013 silam dari baru berhenti setelah ditangkap petugas 1 Juli 2017 lalu.

Sebanyak 35 botol miras arak dan berbagai merek diamankan petugas sebagai bukti dari dalam toko milik pelaku. Rinciannya, arak bali dalam kemasan botol bekas air mineral ukuran 1500 mililiter sebanyak 10 botol, 15 botol miras serupa dalam kemasan botol 600 mililiter, dua botol anggur putih dan delapan botol Newport.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last