Rayakan Kelulusan dengan Pesta Miras

0
543
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Belasan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menggelar perayaan kelulusan dengan mencorat-coret pakaian, digaruk oleh polisi, Kamis (23/4/2020) kemarin.

Tak hanya itu, para siswa itu juga pesta Minuman Keras (miras) di rumah milik Bintang Dana Mahardika (19) salah satu siswa di Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, belasan siswa nakal itu oleh polisi dibawa ke polsek dengan dinaikkan mobil pikap.

Setiba dipolsek, para siswa itu kemudian didata dan diberi pembinaan dengan push up.

“Semua siswa itu kita bawa ke polsek,” kata Kanitlantas Polsek Gambiran Ipda Paulus Ta’ang Siang.

Paulus menyayangkan sikap para siswa yang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret itu. Bahkan, mereka juga menggelar pesta miras. Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, seharusnya berdiam diri di rumah dan membantu orang tua.

“Ini mabuk-mabukan dan corat-coret seragam,” katanya.

Paulus mengatakan, siswa yang digaruk itu ada 15 anak. Dari jumlah itu, 14 siswa dari SMKN 1 Tegalsari, dan satu siswa lainnya dari SMK Muhammadiyah 9 Gambiran.

“Mereka mengaku baru menggelar pesta miras dan terlihat agak teler, kita hukum push up,” jelas Paulus.

Selanjutnya, polisi memanggil pihak sekolah dan orangtuanya usai dilakukan pembinaan. Para siswa kelas XII itu bisa pulang asal dijemput oleh orangtuanya.

“Selain mengamankan 15 pelajar, kami juga mengamankan tujuh unit motor milik para siswa itu,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Sementara itu, salah satu pelajar yang juga tuan rumah Bintang Dana Mahardika mengaku sebelum menggelar pesta corat-coret baju seragam, semuanya iuran Rp 30.000. Uang itu untuk membeli miras dan rokok.

Baca :
Istu: Silahkan Polisi dan Satpol PP Tertibkan Siswa Konvoi

“Setelah uangnya terkumpul, kita beli rokok dan miras dan menuju ke rumah saya untuk merayakan kelulusan,” jelasnya.

Sebenarnya, jelas Bintang, tidak ada pengumuman secara resmi yang menyatakan para siswa itu lulus. Tapi karena ingin melakukan aksi coret-coret baju seragam, mereka nekat melakukan aksi itu di rumahnya yang kebetulan sedang kosong.

“Ayah saya sakit dan dirawat di rumah sakit, jadi rumah saya kosong. Ada kesempatan, saya dan teman-teman merayakan kelulusan itu,” ujarnya.

Saat mereka merayakan kelulusan itu, sejumlah anggota polisi datang. Sebanyak 15 siswa dari SMKN 1 Tegalsari dan SMK Muhammadiyah 9 Gambiran oleh polisi dibawa ke polsek dengan naik mobil pikap milik polisi.