Firasat Sang Ayah yang Anaknya Tewas Tertimpa Pohon di Pemandian Pancoran

0
1678

BANYUWANGI – Kepergian Nizam Dwi Saripudin, bocah 8 tahun yang tertimpa pohon di area tempat wisata pemandian Pancoran, Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.

Ikrimatus Sholehah, bibi Izam mengatakan, sebelum berangkat berenang, Izam terlihat bersemangat. Kebahagiaannya tampak tidak seperti biasa. Saking semangatnya, semua teman dan tetangga sekitarnya didatangi. Dia ceritakan pada tetangga sekitar kalau dirinya akan pergi berenang di Pancoran.

“Semua tetangga dipamiti. Izam mau ngelencer (rekreasi),” ungkap Ikrimatus Sholehah menirukan ucapan keponakannya.

Sambil meneteskan air mata, Ikrimatus Sholehah mengatakan hal itu bukan kebiasaan keponakannya. Meskipun Izam anak yang ceria dan aktif, namun sebelum tidak pernah pamit kepada tetangga sekitar saat akan liburan atau pergi kemanapun.

“Ternyata itu pertanda Izam akan pergi untuk selamanya,” katanya sambil terisak.

Sementara itu, Ilham Hendri Risang, ayah Izam, juga mengaku mendapat firasat akan kepergian anak keduanya itu. Firasat itu datang sehari sebelum kejadian. Datangnya pun melalui mimpi.

Dalam mimpinya, Ilham melihat rumahnya terang benderang oleh lampu neon. Padahal, tutur Ilham, rumah yang ditempatinya tidak menggunakan lampu neon.

Dia menyebut, mimpi rumah diterangi lampu neon merupakan firasat buruk. Dan, setelah musibah yang menimpa anaknya terjadi, barulah dirinya sadar mimpi itu memang firasat ataa peristiwa itu.

“Kalau perasaan pasti saya sedih, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Duka Ilham Hendri Risang dan istrinya, Nadirotul Laili, tidak hanya sebatas kehilangan anak keduanya. Dalam suasana duka, pasangan yang sudah dikaruniai 3 buah hati ini juga masih harus menjaga anak bungsunya yang kini masih menjalani perawatan intensif akibat musibah itu.

Baca :
Truk Tronton Vs Dua Motor di Banyuwangi, Satu Tewas