Gubernur Jawa Timur dan Pangdam V Brawijaya Buka TNI Membangun Desa di Banyuwangi

0
225
Foto: banyuwangikab

BANYUWANGI – Pembukaan program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 Jawa timur dipusatkan di Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari banyuwangikab, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen (TNI) R. Wisnoe Prasetja Boedi membuka kegiatan tersebut di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng, Kamis (11/7/2019).

“Pelaksanaannya serentak di lima kota di Jawa Timur yang melaksanakan TMMD. Selain Banyuwangi, juga dilaksanakan di Sampang, Trenggalek, Blitar dan Bojonegoro,” ungkap Gubernur Khofifah.

“Banyuwangi sengaja dipilih karena kinerja pemerintahannya yang cukup tinggi,” imbuhnya.

Selain itu juga pemerintah daerahnya yang dinilai sinergis dalam pelaksanaan program yang dihelat secara Nasional termasuk untuk TMMD ini.

“Saya berharap, program sinergis antara TNI AD, kepolisian, dan elemen strategis lainnya ini bisa dimaksimalkan untuk membangun daerah, dan bisa dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Pelaksanaan TMMD sendiri dijadwalkan selama satu bulan ke depan. Ada dua program utama yang dilakukan oleh pasukan kebanggaan rakyat tersebut, yakni, program fisik dan non-fisik. Program fisik diharapkan bisa membantu pemkab untuk membangun infrastruktur desa.

Sedangkan program pembangunan non-fisik berkaitan dengan bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluhan anti narkoba, kesehatan hingga deradikalisasi.

“Semoga program bisa menghasilkan multiplier effect dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harap Khofifah.

Foto: kabardaerahcom

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen (TNI) R. Wisnoe Prasetja Boedi. TMMD ini bisa semakin meningkatkan kecintaan masyarakat pada TNI.

“Jika rakyat merasakan langsung manfaat dari keberadaan TNI, akan semakin meningkatkan kecintaan dan kemanunggalan dengan rakyat,” jelasnya.

Komandan Kodim 0825/ Banyuwangi Letkol. Inf. Ruli Nuryanto menambahkan, TMMD ke 105 ini diselenggarakan di Desa Setail, Kecamatan Genteng dan Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

“Tercatat ada 150 personil dari unsur TNI dan 150 dari unsur komponen masyarakat yang terlibat,” tegas Damdim.

Beberapa program fisik yang diselenggarakan dalam TMMD kali ini antara lain jalan penghubung Desa Setail dan Desa Dasri sepanjang 1120 meter, penahan jalan, jembatan, dan plat deker. Selain itu, juga terdapat bedah rumah sebanyak 20 unit, mushola 1 unit, MCK 3 unit dan pos kamling.

“Pengerjaannya untuk beberapa proyek telah dilakukan dalam rangkaian pra-TMMD,” kata Dandim.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi penyelenggaraan TMMD kali ini.

“Keterlibatan TNI dalam menyiapkan berbagai infrastruktur fisik dan non fisik, diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas antar desa,” kata Bupati Anas.

Diakuinya, ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di desa yang selama ini pertumbuhannya terus digenjot oleh pemerintah daerah.

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]