Guntur Priambodo Batal Maju Sebagai Ketua Umum KONI Banyuwangi

  • Bagikan

Guntur-Priambodo-Batal-Maju-Sebagai-Calon-Ketua-Umum-KONI-Banyuwangi

Musorkablub KONI Banyuwangi

BANYUWANGI – Pemilihan ketua umum KONI Banyuwangi  akan ditentukan besok malam (15/2). Meski begitu, sebagian tokoh yang digadang-gadang masuk  dalam kandidat ternyata mengambil sikap menjelang detik-detik  pelaksanaan Musyawarah Olah raga  Luar Biasa (Musorkab) itu.

Adalah Guntur Priambodo yang mendapatkan dorongan dari sekian cabang olahraga (cabor) untuk maju dalam perebutan KONI Banyuwangi 1 nanti. Cuma, sebelumnya, yang bersangkutan mengaku masih pikir-pikir atas dorongan sejumlah cabor tersebut.

Kali ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi itu akhirnya mengambil kesimpulan. Isinya, dia masih memilih fokus untuk membina atlet meraih prestasi di dua cabor balap sepeda dan pencak silat yang menjadi  amanah-nya saat ini.

Dia memang merupakan tokoh olahraga yang mumpuni dan bisa menjadi calon kuat dalam perebutan KONI Banyuwangi. Ketika menangani catur, dia  berhasil mencetak master catur.  Begitu juga saat menjadi nahkoda tenis meja, atlet tenis  meja Banyuwangi bersinar di  berbagai level hingga direkrut   PTM Surya Kediri.

Ketika menangani cabor binaraga, catatan manis yang diraih adalah atlet Binaragawan Banyuwangi  juara Jatim. Hal itulah yang menjadi pertimbangan bagi sejumlah kalanganagar Guntur bersedia maju menjadi ketum KONI Banyuwangi.

Pada dunia voli, tim voli Banyuwangi besutan Guntur sanggup masuk ke liga voli Nasional dan  menjadi juara Jatim mengalahkan Petrogres Gresik.  Dia mengungkapkan, banyak  tokoh lain yang peduli terhadap perkembangan olahraga di Banyuwangi.

Hal itulah menjadi  salah satu pertimbangan dirinya memutuskan tidak maju dalam pertarungan calon ketum KONI  Banyuwangi periode 2016-2017 itu. ‘’Saat ini saya fokus di cabor  dulu saja,’’ paparnya.  Selain alasan fokus mengurusi IPSI dan ISSI, Guntur juga mengaku terbentur aturan pemerintah  terkait pejabat publik yang merangkap  jabatan di olahraga.

Yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 16  tahun 2007 pasal 54 ayat 1-4 dan surat edaran Mendagri No 800/148/sj tahun 2012. ”Selaku ASN, saya harus taat asas dan perundangan yang berlaku tersebut,” ungkap Guntur.

Mengenai dukungan dari cabor yang all out mengusung dirinya menjadi ketum KONI, Guntur pun bersuara. Dia mengaku banyak terima kasih terhadap  kepercayaan cabor lain atas dukungan tersebut. ‘’Tapi, saya telah mengambil keputusan final,  tidak maju,’’ tukasnya.

Karena itulah, dia mempersilakan kepada para cabor pendukung  dirinya itu untuk segera mengambil sikap. Tapi, dalam hal ini, Guntur tidak dalam posisi mengarahkan dukungan kepada salah satu calon. ’’Silakan, memilih calon sesuai  hati nurani masing-masing,’’  pungkasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: