Jualan Miras Pakai Sistem Ranjau

0
625

BANYUWANGI – Modus peredaran minuman keras (miras) di tengah masyarakat semakin bervariatif. Beragam cara digunakan demi mengelabui petugas dan menyalurkan minuman  memabukkan kepada konsumen. Bahkan, kini peredaran  miras mulai meniru pola peredaran narkoba.

Sistem ranjau yang biasa digunakan pemakai dan pengedar narkotika mulai digunakan penjual miras. Penjual kini memanfaatkan jasa kurir hingga miras sampai ke alamat yang dituju. Perantara tersebut tidak mengenal orang yang menyuruh  dan tujuan barang dikirim.

Beruntung kesigapan petugas membuat praktik tersebut berhasil diendus. Petugas berhasil menggagalkan pengiriman miras ke tangan konsumen. Itu tampak dari pengungkapan miras yang dilakukan Satuan Sabhara Polres Banyuwangi pekan ini.

Sedikitnya 35 jeriken arak bali dan 105 botol miras  berhasil diamankan. Miras yang ditaksir mencapai 2.457 liter itu digagalkan polisi saat diangkut dari Bali menuju Banyuwangi.  Tiga orang yang diduga sebagai perantara peredaran minuman keras itu diamankan polisi.

Mereka akan diproses untuk menjalani sidang tipiring. “Modusnya ada yang dibawa pakai truk hingga dititipkan bus. Mereka mengaku dititipi, tapi tidak kenal nama dan alamat yang dikirimi,” beber AKBP Bastoni Purnama, Kapolres Banyuwangi, kemarin.

Miras tersebut diperoleh dari Karangasem, Bali. Tujuannya  dikirim ke Genteng. Sopir truk pengangkut miras, Agustin,  mengaku diberi upah Rp 750 ribu sekali angkut. Aksi itu baru  dilakoni sekali dan akhirnya tertangkap.

Ketemu sama pemasoknya  di jalan kawasan Karangsem, Bali. Pemesan miras orang Genteng. Namun, saya diperintahkan menurunkannya di wilayah Rogojampi,” akunya. Menindaklanjuti maraknya peredaran miras lintas pulau tersebut, Polres Banyuwangi akan memperketat akses masuk keluar menuju Bali.

Langkah itu ditempuh guna mempersempit  peredaran arak bali menggunakan jalur laut. “Kita minta Sabhara terus melakukan kegiatan patroli malam.  Polsek KP3 Tanjung Wangi juga kita minta untuk meningkatkan pengawasan angkutan darat melalui kegiatan tiada hari tanpa razia (THTR),” tegasnya. (radar)