Kapal Terbalik, Satu Nelayan Hilang

0
509

MUNCAR-Kapal sekoci Cahaya Bone milik Tajudin, 55, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, terbalik saat berada di tengah laut wilayah perairan Pelusut kemarin pagi (31/5). Dalam kecelakaan laut itu, satu orang pemancing yang belum diketahui identitasnya hilang, ikan hasil tangkapan seberat lima ton habis tenggelam.

Rombongan para nelayan ini, berangkat dari Pelabuhan Muncar pada  Sabtu (30/5) sekitar pukul 13.00. Saat berangkat itu, nelayan yang ada di kapal sekoci ini ada 19 orang.  Dari jumlah itu, tujuh di antaranya tukang pancing yang sengaja ikut.

“Kami tidak tahu nama- nama tujuh  orang itu,” cetus Abdul Hadi, 35, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Cahaya Bone. Setelah semalaman mencari ikan  di tengah laut, pada Minggu pagi (31/5), mereka berniat pulang. Sekitar pukul 10.00, saat memasuki perairan Pelusut atau di sekitar Teluk Biru, tiba-tiba ada ombak besar.

“Ombaknya besar, tingginya sekitar 1,5  meter,” terangnya. Dihantam ombak besar, kapal terombang-ambing. Sejumlah ABK berupaya untuk mengamankan kapal. Tapi malang, upaya pengamanan gagal dan kapal yang ditumpangi malah terbalik.

“Saya bersama Suyanto,  Sodik, dan Abdul Rohan terjebak dalam kapal,” ungkapnya.  Dengan sisa tenaga yang ada, Hadi bersama ketiga temannya itu terus berupaya agar bisa keluar dari kurungan  kapal yang sudah terbalik  itu. “Saat kapal terbalik itu ada dua penumpang anak-anak yang masih berumur enam tahun dan sepuluh tahun, keduanya selamat,” katanya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Banyuwangi Mulai Operasikan Rumah Isolasi ODP Berbasis Kecamatan, Kebutuhan Makan Dipenuhi