Karyawan dan LC D’Heroes Di-Rapid Test

0
116
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Karyawan dan lady companion (LC) tempat hiburan malam Kafe D’Heroes, menjalani rapid test di Puskesmas Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (5/6/2020) sore.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, itu setelah mantan karyawannya berinisial RH (30) dinyatakan positif terpapar COVID-19.

RH asal Kecamatan Bangorejo, yang pernah bekerja di tempat hiburan malam yang berlokasi di Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, itu menjadi pasien 33 COVID-19 di Kabupaten Banyuwangi.

“Rapid test ini antisipasi agar tidak ada penyebaran COVID-19,” ujar manager Kafe D’Heroes, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Jojo.

Pemeriksaan rapid test ini, terang dia, dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 kepada karyawannya. Sebagai pelayan, mereka rentan tertular virus Korona.

“Tes cepat ini untuk mengetahui antibodi para pelayan,” katanya.

Jojo mengakui RH yang telah dinyatakan positif terpapar COVID-19, itu pernah bekerja di kafenya. Hanya saja, ia telah keluar sebelum ada pandemi.

“Sebelum masa pandemi, RH sudah keluar dari D’Heroes,” ujarnya.

Melalui uji cepat ini, terang dia, jika ada karyawan ataupun LC yang reaktif, langsung dilakukan penanganan secara cepat.

“Uji cepat ini sangat efisien, kita periksa agar tidak menular ke orang lain,” ungkapnya.

Jika ada karyawan atau LC yang reaktif, lanjut dia, maka rapid test akan diulang lagi pada sembilan atau 10 hari ke depan. Dan karyawan ataupun LC itu, akan dikarantina secara mandiri.

“Dari hasil rapid test ini tidak ada yang reaktif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jajag, Kecamatan Gambiran, dr Yos Hermawan saat dikonfirmasi mengatakan, rapid test yang dilakukan di Puskesmas Jajag, Kecamatan Gambiran itu ada diikuti 18 orang.

Baca :
Perbaiki Teras, Warga Sidodadi Meninggal Kesetrum

“Semuanya dari kelompok resiko tertular,” katanya.

Untuk hasil rapid test, jelas dia, pihaknya tidak bisa memberikan komentar. Sebab, hasil rapid test langsung dibawa ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

“Yang bisa memberikan komentar itu jubir Gugus Tugas COVID-19,” ungkapnya.