Kebut Listrik Masuk Desa

0
786
Ilustrasi

BANYUWANGI – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak listrik, khusunya pajak penerangan jalan (PPJ) tahun 2017 dipastikan melampau target. Ditarget menyumbang PAD sebesar Rp 2,45 miliar perbulan, namun rata-rata realisasi PPJ di Bumi Blambangan ini mencapai Rp 5,05 miliar per bulan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

General Manager (GM) PT PLN Distribusi Jawa Timur Dwi Kusnanto mengatakan, reaslisasi PAD dari pos PPJ per bulan selalu melampaui target. “Tiap bulan kontribusi kami  pada PAD Banyuwangi selalu melampau target, bahkan dua kali lipat lebih dari target,” ujarnya saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas beberapa hari lalu.

Jumlah tersebut, kata Dwi akan terus bertambah lantaran investasi terus bertambah di Banyuwangi. Contohnya pembangunan hotel berbintang yang hingga ini masih berlangsung. Bukan hanya satu atau dua hotel, tetapi hotel berbintang dan diproyeksi segera beroperasi . “Tiap hotel baru tersebut akan mengonsumsi listrik sebesar 555 kilovolt ampere (KVA),” kata dia.

Loading...

Dwi mengatakan, PLN harus berupaya memenuhi kebutuhan listrik di seluruh wilayah Banyuwangi. Saat ini, ratio elektrilisasi (RE) atau tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik di Banyuwangi mencapai 91,11 persen Dwi menargetkan pada 2018, RE banyuwangi mencapai 98,34 persen. “Sehingga pada 2019 nanti RE di Banyuwangi sudah seratus persen,” kata Dwi.

Sekadar diketahui, total pelanggan listrik di banyuwangi mencapai 491, 862 pelanggan, atau 4,5 persen total pelanggan listrik se-Jawa Timur.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Belasan Desa di Banyuwangi Berstatus Tanggap Darurat Kekeringan