Keluarga Aziz Tolak Tanda Tangan

0
1153
Abdul Aziz saat baru menjalani perawatan dengan pembersihan pada luka bekas ledakan ditangan dan mata di RSUD Genteng.

GENTENG – Nasib Abdul Aziz, 41, salah satu pelaku perampokan di rumah Slamet Rohaini, 47, warga Dusun/Desa Kepundungan, Kecamatan Srono pada Rabu dini hari (13/9), tampaknya semakin mengenaskan. Keluarganya menolak bertanggung jawab perawatan di RSUD Genteng.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Keluarga Aziz yang tinggal di Dusun Bendelan, Desa/Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, sebenarnya telah datang ke rumah sakit untuk menjenguk. Tapi, mereka menolak tanda tangan untuk persetujuan dilakukan operasi.

Loading...

“Keluarga Aziz itu sebenarnya ada yang datang, tapi tidak mau tanda tangan,” cetus Humas RSUD Genteng, dr. Sugiyo Sastro.

Dengan tidak ada persetujuan itu, terang dia, maka rumah sakit juga belum berani melakukan tindakan tambahan. Luka pada tangan kiri dan kedua matanya akibat terkena ledakan bom bondet, juga belum dilakukan operasi.

“Belum ada persetujuan untuk dilakukan tindakan medis,” ungkapnya. Menurut dokter Sugiyo, sebenarnya yang perlu segera ditangani dari luka pada Aziz itu adalah dibagian matanya yang perlu dilakukan operasi. Jika terus dibiarkan, maka akan semakin parah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2