Larang RTH Jadi Tempat Pasang Atribut Parpol

0
157

BANYUWANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi terus menggeber persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2014. Menyong song pesta demokrasi lima tahunan tersebut, KPU menggelar sosialisasi kampanye kemarin (18/2). Acara yang berlangsung di aula Hotel Tan jung Asri, Kecamatan Giri, itu dirangkai dengan penandatanganan berita acara kesepakatan pemasangan atribut kam panye oleh KPU, Panwaslu, dan parpol peserta pe milu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin mengatakan, sosialisasi kemarin digelar sebagai tindak lanjut rapat koordinasi (rakor) yang membahas teknis pe masangan reklame antara KPU, Panwaslu, dan unsur pemkab, yakni Dinas Perizinan, Ba dan Kesatuan Bangsa, dan Politik (Bakesbangpol), Dinas kebersihan dan Pertamanan (DKP), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ba nyuwangi, Senin pekan lalu (11/2).

Loading...

Dikatakan Syamsul, kesimpulan rakor itu adalah ada sejumlah titik terlarang di pasangi atribut dan alat peraga kampanye, di antaranya ruang terbuka hijau (RTH), jalan protokol, sarana pendidikan, sarana ibadah, dan kantor pemerintah. “Kita menyinkronkan Peraturan KPU  Nomor 1 Tahun 2013 tentang kampanye dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2012 tentang reklame,” ujarnya. Menurut Syamsul, penandatanganan berita acara terkait kesepakatan pemasangan atribut kampanye itu diharapkan bisa menjadi “payung” bagi Panwaslu untuk melakukan penindakan jika ada parpol yang melanggar ketentuan.

Sementara itu, bupati Anas yang juga menghadiri sosialisasi tersebut mengaku akan mensupport KPU dan Panwaslu untuk menyelenggarakan pemilu dengan baik. “Pemkab akan menjadi supporting system agar KPU dan Panwaslu menyelenggarakan pemilu dengan baik, termasuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 ini,” paparnya. (radar)

Loading...