Nelayan Muncar Ditemukan Tewas di Laut

0
155

nelayan-muncar-ditemukan-tewas-di-laut

PESANGGARAN – Nasib tragis menimpa Supri, 49. Nelayan asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu meninggal saat mencari ikan di perairan Teluk Manung, daerah perbatasan Banyuwangi-Jember kemarin pagi (2/12).

Diduga kuat, korban  yang naik perahu bersama temannya, Saiman itu meninggal karena menghirup gas CO2 dari mesin kapal. “Korban berangkat dari Pancer (Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran),  lokasi meninggal masuk wilayah Jember,”  cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Sudarsono.

Menurut kapolsek, korban meninggal sekitar pukul 01.00 pada Jumat dini hari(2/12). Saat itu, sedang mencari ikan di perairan yang berjarak sekitar 30 mil dari  Pelabuhan Pancer. “Selama ini korban memang tinggal di Pancer,” katanya. Sebelum kejadian naas itu, korban berangkat dari Pantai Pancer sejak Rabu (30/11) dengan naik perahu Asih Rizeki 1 bersama Saiman,  49.

Pada Kamis (1/12), sekitar pukul 22.00, saat mencari ikan di tengah laut itu upri  pamit pada Saiman untuk beristirahat karena kedinginan. Tapi sekitar pukul 01.00, saat  dibangunkan sudah tidak bisa. “ Dia itu mulanya tidur, ternyata meninggal,” jelas Kapolsek  Pesanggaran, AKP Sudarsono.

Jenazah Supri itu, oleh Saiman selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Pancer dengan naik perahunya itu, dan tiba di Pantai Pancer sekitar pukul 07.30. “Setiba di pantai langsung diperiksa oleh petugas kesehatan,” cetusnya. Menurut kapolsek, dugaan sementara korban  itu meninggal karena menghirup gas karbon di oksida saat tidur dengan posisi dekat dengan cerobong.

“Tadi sudah diperiksa oleh tim medis, tidak ada bekas penganiayaan, keluarga korban juga menyaksikan,” jelasnya. Sementara itu, Danpos TNI AL Pancer, Pelda P0niran, mengungkapkan kondisi korban saat tiba di pelabuhan memakai celana dalam warna kuning, jumper warna abu-abu, dan kaus dalam warna cokelat. “Korban masih telungkup, mungkin awalnya kedinginan,”  katanya.(radar)

Loading...