Orang Tua Siswa Korban Cukur Paksa Datangi Kejari Banyuwangi

0
457
Foto: kabarjawatimur

BANYUWANGI – Kasus pencukuran rambut secara paksa yang dilakukan oleh oknum guru honorer di SDN 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi terus berlanjut. Para wali murid beserta anaknya yang merupakan korban pencukuran paksa tersebut mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, Rabu (18/9/2019) kemarin.

Dilansir dari Kabarjawatimur, kedatangan mereka bertujuan untuk menanyakan kepada Kepala Kejaksaan atas kejelasan proses hukum tersangka oknum guru honorer yang sampai saat ini belum ada penyelesaian dan cenderung dibiarkan.

“Kami meminta kepada pihak Kejaksaan agar segera melakukan penahanan dan proses hukum terhadap tersangka,” kata Yulis salah satu wali murid di Kejari Banyuwangi.

Menurutnya, hingga saat ini tersangka masih dibiarkan bebas dan tetap diijinkan untuk mengajar di sekolah lain di SD Negeri 1 Kaotan, Kecamatan Blimbingsari.

“Masak sudah status tersangka tapi masih bisa mengajar, bagaimana dengan phisikologis anak saya, kami ingin proses ini segera dilakukan,” imbuhnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Curi Kayu Jati, Warga Banyuwangi dan Surabaya Diciduk Polisi