Pajak Hiburan Bisa Naik 75 Persen

0
1137
Petugas memasang papan pengumuman di rumah karaoke. Pajak tempat hiburan karaoke termasuk yang diproyeksikan naik.

BANYUWANGI – Panitia Khusus (Pansus) Revisi Perda Pajak Daerah DPRD Banyuwangi tengah mengkaji kemungkinan peningkatan tarif pajak daerah di Bumi Blambangan. Peningkatan tersebut bisa diterapkan lantaran Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 mengamanatkan tarif pajak daerah maksimal mencapai 75 persen.

Salah satu jenis pajak daerah yang berpotensi mengalami peningkatan tarif adalah pajak hiburan. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 pajak hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan.

Hiburan yang dimaksud meliputi semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan, dan/atau keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran. Pada UU 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah tersebut diatur, tarif pajak hiburan ditetapkan paling tinggi sebesar 35 persen.

Khusus untuk hiburan berupa pergelaran busana, kontes kecantikan, diskotek, karaoke, kelab malam, permainan ketangkasan, panti pijat, dan mandi uap/spa, tarif pajak hiburan dapat ditetapkan paling tinggi sebesar 75 persen.

Khusus hiburan kesenian rakyat/tradisional tarif yang ditetapkan paling tingi sebesar sepuluh persen. Sementara itu, pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2011 tentang pajak daerah, tarif pajak hiburan, khususnya kontes kecantikan dan sejenisnya dikenakan tarif 35 persen.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Tersebar ke Pelosok Desa, Ratusan Rumah Isolasi di Banyuwangi Layani ODP-ODR