Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Pedagang Kacang Olehsari Siap Kembali ke Bali

Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Semangat menyongsong era “new normal” alias kebiyasaan anyar di tengah pandemi Korona mulai menjalar di tingkat pedesaan.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, salah satunya para pedagang kacang rebus asal Desa Olehsari yang selama ini menjadikan Bali sebagai sasaran penjualan mereka.

Salah seorang pedagang kacang asal Dusun Krajan, Desa Olehsari, Khairiyah (57) mengatakan, setelah sempat meredup akibat korona, kini dirinya mulai kembali mempersiapkan dagangannya. Ratusan ikat kacang tanah sudah mulai disiapkan.

Rencananya mulai hari ini (5/6/2020) kacang-kacang itu akan kembali dijajakan di jalanan kota-kota besar di Pulau Bali.

Sekali jalan, biasanya Khairiyah mengaku bisa menjual seribu unting (ikat) lebih kacang. Satu unting kacang biasanya diecer Rp 2.000 atau Rp 5.000 untuk tiga unting kacang.

“Kemarin sempat menurun, tapi ini mulai dagang banyak lagi. Ini suami saya sedang mengurus surat kesehatan sama rapid test supaya bisa menyeberang, ini saya coba 500 anting dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Olehsari Joko Mukhlis menambahkan, di Olehsari sendiri ada sekitar 200-an pedagang kacang rebus yang
menggantungkan penjualannnya dengan berdagang di Pulau Bali. Mereka tersebar dari wilayah Jembrana sampai Denpasar.

Saat ini, Joko membenarkan jika para pedagang tersebut mulai beraktivitas kembali. Setelah sempat sebulan lebih hanya bertahan dengan bekerja di dalam desa, akhirnya perlahan para pedagang tersebut mulai bersiap menjajakan dagangannya ke Bali.

Hal itu tampak dari aktivitas perebusan kacang tanah di beberapa rumah warga.

“Kemarin banyak yang pulang. Mereka di sini ada yang jadi buruh tani, ada yang jadi kuli bangunan. Tapi sekarang kembali mulai berdagang,” tuturnya.

Joko menambahkan, dengan kembali menggeliatnya aktivitas para pedagang kacang tersebut, diharapkan bisa kembali memutar perekonomian masyarakat di Desa Olehsari.

Apalagi, perekonomian warga dengan cara berjualan kacang tanah sudah berlangsung puluhan tahun.

“Kita sedang mengupayakan agar mereka bisa dijangkau BP Jamsostek. Sementara untuk membantu, desa sedang merencanakan pengadaan kasur gulung. Karena mereka ini kadang sampai beristirahat di pinggir jalan,” tandasnya.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE