Pemain Ingin Manajemen Persewangi Direformasi

0
585

BANYUWANGI – Harapan adanya perubahan dalam manajemen Persewangi disuarakan kalangan pemain profesional. Salah satunya   diungkapkan kapten Persewangi musim lalu, Nanda Pradana.  Pemain satu itu memang menjadi  korban atas kinerja manajemen  Persewangi.

Terbukti, Nanda bersama rekan-rekannya beberapa  kali telat menerima honor. Akibatnya, dia bersama rekan-rekannya enggan mengikuti serangkaian latihan. Bahkan, saat itu para pemain nyaris tidak bertanding di Stadion Diponegoro, Banyuwangi.

Nanda mengatakan, reformasi manajemen Persewangi sangat diperlukan. Sebab, selama ini perlakuan manajemen terhadap pemain sangat buruk. ‘’Sampeyan tahu sendiri bagaimana nasib kita waktu itu,” katanya  mengenang musim kompetisi  Divisi Utama 2014.

Oleh karena itu, sangat sulit  jika manajemen yang lama itu  bisa membangkitkan Persewangi. Target mencapai puncak prestasi pun hanya omong kosong. “Jadi,  manajemen harus diganti,” tandas  pemain asal Sempu itu.

Sebagai pemain, Nanda berharap agar ada manajemen yang baru yang bisa membangkitkan prestasi. Menurut dia, siapa pun figur itu  harus memiliki kualitas yang tidak diragukan. ‘’Kami setuju kalau  ada reformasi,” tandasnya.

Dia juga sudah ogah-ogahan membela Persewangi jika manajemen  tidak berubah. Sebab,  menurutnya, manajemen saat ini sudah tidak bisa dipercaya  lagi. ‘’Teman-teman yang lain  juga banyak yang mengeluh,”  sebutnya. (radar)