Pendaki Tewas Kena Serangan Jantung

0
714

LICIN -Setelah sempat ditutup, pendakian ke puncak Ijen sudah dibuka kembali. Jumlah wisatawan yang naik ke puncak Ijen pun cukup banyak. Mereka berasal dari berbagai daerah dan negara. Ada yang datang dari Surabaya, Bogor, Jakarta, dan ada pula yang dari Prancis.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun, pendakian kemarin menjadi hari nahas bagi Kamarul Jaman, 48. Pendaki asal Bogor itu tewas saat melakukan pendakian. Dia mendaki bersama istrinya, Titik, 45, dan kedua anaknya. Tiba-tiba Kamarul sesak napas.

Karena kondisi memburuk, dia dibawa para penambang ke Puskesmas Licin. Nyawanya tidak tertolong sesaat sampai di puskesmas.  Kejadian tersebut berawal ketika Kamarul beserta istrinya mendaki Gunung Ijen pada Jumat (9/10) pukul 04.30.

Sopir Tro oper yang membawa mereka mengatakan, kondisi Ijen an tara pukul 02.00 sampai 14.00 aman didaki. Kamarul sekeluarga pun tak ragu mendaki. Berdasar keterangan Lilik, 45, istri Kamarul, mereka sebenarnya sudah tahu status Ijen yang sering berubah.

Namun, karena saran sopir Trooper, mereka akhirnya berani melanjutkan pendakian. Kemudian, sekitar satu kilometer dari pendakian atau hingga Pos Bunder, Kamarul mengeluh sesak dada. Dia pun memutuskan berhenti di pos itu dan meminta istri dan kedua anaknya melanjutkan pendakian.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last