Penerapan Tiket Online di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Dikeluhkan Pengguna Jasa

  • Bagikan
Foto: Detikcom

BANYUWANGI – Adanya uji coba penerapan pemesanan tiket masuk kapal secara online di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, membuat antrean kendaraan mengular ke luar pelabuhan hingga ke jalan raya. Lalu lintas kendaraan dari arah Banyuwangi maupun Situbondo di depan pelabuhan pun sempat tersendat.

Dilansir dari Detikcom, itu lantaran banyaknya kendaraan yang tertahan di depan loket pelabuhan. Banyaknya antrean membuat satu kendaraan pun harus menunggu hingga 2 jam lamanya agar bisa masuk ke dalam pelabuhan untuk menuju kapal.

Diketahui, penerapan uji coba sistem pemesanan tiket kapal secara online di Pelabuhan Ketapang dilakukan per 1 Maret 2020 lalu. Namun hingga kini pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali masih saja belum mengetahui pembelian tiket jasa penyeberangan tersebut sudah melalui online.

“Kami belum tahu. Tahunnya saat sudah mau masuk ke Pelabuhan,” ujar Rory, salah satu pengguna jasa penyeberangan, Rabu (8/4/2020).

Dia mengaku terpaksa harus melakukan instal aplikasi pembayaran melalui android terlebih dahulu agar bisa melakukan pemesanan tiket secara online.

Dan tak sedikit dari sopir-sopir truk ini yang memilih turun dari kendaraannya untuk meminta bantuan kepada petugas loket agar aplikasi pembayaran bisa terinstal.

“Setelah terinstal, kami harus mengisi data diri sesuai kartu identitas untuk manifes. Kami masih bingung. Karena ndak paham semua akhirnya antrean panjang. Dua jam saya antre,” jelasnya.

Sementara itu, hal yang sama diungkapkan oleh Subhan, salah satu sopir angkutan logistik makanan ke Bali.

Dirinya mengeluhkan adanya pembayaran tiket secara online ini memaksa mereka harus menggunakan handphone dengan jenis handphone Android.

Padahal tidak semua sopir truk pengangkut sembako menggunakan handphone android yang bisa diinstal aplikasi pemesanan tiket secara online.

“HP saya jadul. Makanya saya bingung juga. Terpaksa minta sama bos besok agar bisa nyebrang ke Bali karena tiket online ini,” ujarnya.

Uji coba penerapan sistem pembayaran secara online ini sudah dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, sejak tanggal 1 Maret 2020 lalu.

Uji coba ini akan berlangsung satu bulan lamanya sekaligus sebagai sosialisasi kepada pengguna jasa pelayaran di Selat Bali.

Nantinya, per tanggal 1 Mei 2020 mendatang pihak pelabuhan ASDP Ketapang sudah tidak lagi melayani menjualan tiket secara langsung, lantaran penerapan pemesanan tiket akan sepenuhnya dilakukan secara online melalui aplikasi Android.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: