Pilih Main Tarkam asal Dapur Tetap Ngebul

0
1756

“Kalau tani sama beternak angsa ini untuk mengisi waktu luang saja. Untuk pekerjaan saya tetap memilih bermain bola. Alhamdulillah, ada banyak tawaran dari klub-klub kampung untuk bermain di turnament,” ujar Nanda.

Bapak satu anak itu mengaku selama beberapa bulan ini sudah beberapa kali berpindah tim. Yang terbaru dia berangkat ke Desa Sukowono di Bondowoso untuk memperkuat salah satu tim yang sedang mengikui turnament.

“Lumayan untuk menambah pemasukan. Kalau libur seperti ini tidak ada pemasukan. Tim di lndonesia apalagi yang di tingkat seperti Banyuwangi ini berbeda dengan dengan tim di luar negeri, jadi kalau tidak ada kompetisi ya tidak ada bayaran,” imbuhnya.

Untuk setiap pertandingan, Nanda mengaku memperoleh honor yang cukup lumayan untuk tim lokal Banyuwangi, biasanya Nanda diberi honor antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu untuk setiap pertandingan. Jika di luar kota seperti Jember dan Bendowoso, maka honornya lebih tinggi lagi.

“Banyak pemain yang memilih untuk main tarkam. Apalagi yang seperti saya, sudah berumah tangga. Ada tuntutan supaya dapur terus ngebul, kalau tidak ya gali lubang tutup lubang,” ujar pria yang tinggal di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng itu.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last