Pos SAR Terpadu Ketapang Resmi Beroperasi

0
473


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KALIPURO – Demi mempercepat layanan pengamanan pelayaran di Selat Bali jika terjadi kecelakaan dan bencana, stakeholder Pelabuhan Ketapang dan TNI/Polri membentuk integrated rescue tim (IRT) atau tim search and rescue (SAR) terpadu di Pelabuhan ASDP   Ketapang.

Secara resmi, Pos SAR Ketapang Terpadu tersebut mulai beroperasi Rabu  kemarin (1/2).  Pos SAR terpadu tersebut berada di  dekat pintu masuk dermaga MB II Pelabuhan ASDP Ketapang. Pengoperasian Pos SAR itu diresmikan Kepala Syahbandar Otoritas Pela buhan (KSOP)  Tanjung Wangi, Ugan Sugiana, yang  ditunjuk sebagai ketua tim SAR  Ketapang.

Peresmian Pos SAR Ketapang Terpadu itu dihadiri pimpinan sejumlah instansi terkait yang tergabung dalam Tim SAR Ketapang Terpadu. Pos SAR Ketapang tersebut  didukung tujuh armada kapal milik  TNI AL, Satpolair, Polres Banyuwangi, KPLP, KSOP dan Basarnas.

Tujuh armada itu siaga di Pelabuhan Ketapang guna mengantisipasi apabila terjadi kecelakaan laut. Dalam acara peresmian kemarin, masing-masing perwakilan instansi menerjunkan kapal andalannya dan melakukan manuver di dekat dermaga Pelabuhan ASDP Ketapang.

Secara bersamaan, Kapal Polisi (KP) X-1033 milik Satpolair, TG  Bantewan milik TNI AL, KPLP, KSOP serta perahu karet milik Basarnas, melakukan manuver. Manuver itu pun menjadi hiburan bagi penumpang kapal yang hendak menyeberang ke Bali.

”Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk merupakan salah satu pelabuhan terpadat di Indonesia. Pos SAR Ketapang Terpadu untuk memberikan respons cepat, tepat, dan akurat, dalam  melakukan pertolongan korban kecelakaan laut maupun bencana,”  kata Kepala KSOP Tanjung Wangi, Ugan Sugiana.

Ugan menambahkan, Pos SAR Ketapang Terpadu itu memiliki  tugas khusus di Selat Bali. Jadi,  mengenai tugas, tim Pos SAR Ketapang Terpadu itu berwenang  memberikan keamanan dan rescue di Selat Bali secara keseluruhan. ”Tugas dan wewenangnya tidak hanya di Pelabuhan Ketapang, tapi di seluruh Selat Bali. Intinya, agar setiap musibah dan kecelakaan laut di Selat Bali cepat tertangani dengan hadirnya Pos SAR Ketapang Terpadu. Ini gagasan Satpolair Polres Banyuwangi,” tambahnya.

Kasatpolair Polres Banyuwangi, AKP Subandi, menjelaskan inisiatif pembentukan Pos SAR Ketapang Terpadu itu berkaca pada kasus kecelakaan KMP Rafelia II tahun lalu. Penanganan ekstra cepat perlu dilakukan  untuk menekan angka korban  jiwa jika terjadi bencana dan  kecelakaan laut.

”Pos SAR ini  menjadi wadah koordinasi dalam pertolongan dini kecelakaan laut. Sebelum SAR gabungan melakukan operasi penyelamatan, dibutuhkan pembagian kerja yang  jelas sehingga upaya penyelamatan berjalan cepat, tepat, dan akurat,” tegas Subandi.

Sementara itu, peresmian Pos SAR Ketapang Terpadu diawali apel gabungan di Pelabuhan ASDP Ketapang. Selanjutnya,  Ugan Sugiana melakukan pemotongan pita Pos SAR Ketapang Terpadu didampingi General Manajer (GM) ASDP Ketapang,   M. Yusuf Hadi, Kepala OPP  Gilimanuk, Arief Muljanto, Kepala UPP Ketapang, Ispriyanto, Gapasdap Banyuwangi, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi (KPT), AKP Sudarmaji, Kasatpolair  Polres Banyuwangi, AKP Subandi,  perwakilan TNI AL, serta perwakilan Basarnas. (radar)

Loading...

Baca Juga :