Proyek APBD Pekerjakan Anak

0
1182
PEKERJA ANAK: Dua bocah dibawah umur (dua dari kiri dan satu dari kanan) sedang bekerja pada proyek pembangunan dermaga MB milik Dinas Perhubungan Pemprov Jatim beberapa waktu lalu.
PEKERJA ANAK: Dua bocah dibawah umur (dua dari kiri dan satu dari kanan) sedang bekerja pada proyek pembangunan dermaga MB milik Dinas Perhubungan Pemprov Jatim beberapa waktu lalu.

Milik Dishub Pemrov Jatim


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KALIPURO – Proyek pembangunan dermaga Movable Bridge (MB) di pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) senilai Rp 18.8 miliar diketahui mempekerjakan anak di bawah umur. Proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jatim 2017 dilaksanakan PT Trisama Sakti Contractor mengunakan dua pekerja anak.

Langkah yang dilakukan pelaksana proyek APBD itu jelas bertentangan dengan ketentuan UU Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Dalam pasal 68 UU tersebut disebutkan, pe ngusaha dilarang mempekerjakan anak.

Meski dalam pasal 68 UU itu, ada larangan untuk mempekerjakan anak usia di bawah umur namun dalam pasal 69 pengusaha boleh mempekerjakan anak umur 13 tahun hingga 15 tahun untuk pekerjaan ringan yang tidak menganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosial anak.

Loading...

Selain itu, pengusaha yang mempekerjakan anak usia 13 hingga 15 tahun juga harus mendapatkan izin tertulis dari orang tua atau wali. Mengetahui ada pekerja anak di lingkungan pelabuhan, Polisi Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) yang di pimpin oleh Kanit Reskrim KPT, Aipda Sunarto langsung mengunjungi lokasi proyek siang kemarin (25/9).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last