Puskesmas Licin Pulangkan Pasien PCC

0
1175
Ilustrasi PCC
Ilustrasi PCC

BANYUWANGI – Dugaan penyalahgunaan dan peredaran obat daftar G jenis paracetamol, caffeine, Carisoprodol (PCC) di Banyuwangi tampaknya mulai diwaspadai. Puskesmas Licin menduga ada indikasi peredaran obat untuk pereda nyeri dan jantung tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ini ditunjukkan dengan adanya pasien yang dirawat menunjukkan efek dan gejala dari penggunaan obat tersebut. Pasien berinisial Anz, 23, asal Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, sempat menjalani perawatan di Puskesmas Licin.

Pemuda itu dirujuk oleh keluarga karena menunjukkan perilaku dan gejala yang aneh seperti orang mabuk. Pasien itu mengalami kejang-kejang hingga menunjukkan gejala meronta serta kehilangan kesadarannya.

Loading...

Dari gejala yang ada pada pasien itu, pihak puskesmas akhirnya melakukan perawatan. Selama dua pekan, pemuda asal Muncar itu dirawat di sana. Setelah sembuh kembali dia akhirnya dikembalikan kepada pihak keluarganya.

“Dia sempat dirawat di sini selama dua minggu. Dan sudah dipulangkan beberapa hari lalu,” beber Kholid, Kepala Puskesmas Licin. Secara umum, tidak ada masalah dengan kesehatan fisiknya. Dia mengalami kejang hingga kesadarannya menurun. Perilakunya tidak terkontrol dan sering meronta-ronta.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2