Puting Beliung Mengamuk di Muncar

  • Bagikan

Tiga Bangunan dan Tanaman Semangka Rusak

MUNCAR – Angin puting beliung terjadi di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kamis petang (7/1). Akibat bencana alam itu, tiga bangunan milik warga dan tujuh hektare tanaman semangka dan  melon rusak.

Sebelum angin puting  beliung melanda, cuaca di wilayah sekitar Pantai Muncar cukup cerah dan tidak turun hujan.  Tetapi, menjelang magrib tiba-tiba  datang angin cukup keras. “Dari arah selatan terlihat ada angin yang berputar-putar melewati persawahan yang  sedang ditanami melon dan semangka,” terang Hariyanto, 45, salah satu warga  Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo.

Tanaman semangka dan melon yang dilewati puting beliung itu  semua rusak. Bahkan, buah semangka dan melon yang sudah mulai besar beterbangan  terbawa angin  yang cukup besar tersebut. “Anginnya muter, buah semangka  dan melon beterbangan,”  katanya.

Warga yang melihat angin puting beliung itu langsung panik. Apalagi, gerakan angin itu semakin mendekati perumahan penduduk.  Sejumlah warga berteriak-teriak  agar semua warga keluar rumah.  “Banyak warga yang tahu, semua  pun panik dan takut,” ungkapnya.

Beruntung angin puting beliung   itu tidak melintas di perumahan padat penduduk, sehingga tidak  banyak rumah warga yang rusak. “Ada tiga bangunan milik warga  yang rusak,” cetusnya. Ketiga bangunan itu milik Yoga  Nurika Ardiana, Sugito, dan Sumedi,  semua warga Dusun Palurejo, Desa  Tembokrejo.

Teras rumah Yoga yang berdekatan dengan sawah terbang  terbawa angin puting beliung. “Saat  kejadian saya sedang pergi. Waktu pulang teras sudah hancur,” kata Yoga Nurika. Selain teras rumah milik Yoga, teras rumah milik Sugito juga rusak  berat.

Teras hancur berantakan diterjang angin puting beliung. Sementara itu, bangunan milik Semedi yang rusak berupa pagar tembok kandang sapi. Tanaman semangka yang mengalami kerusakan paling parah. Sedikitnya  tujuh hektare tanaman yang sudah siap panen rusak karena  diter jang angin puting beliung  itu. “Tanaman semangka beterbangan,” terang Agus, warga lain.  (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: