Resmikan Vihara Umat Buddha, Bupati Azwar Anas Dorong Tempat Ibadah Bisa Multiguna

0
283
Foto: detik

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas meresmikan Vihara Thirta Vanajaya di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggarahan, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (4/5/2019).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Detikcom, acara yang juga dalam rangka Dhammasanti Waisak 2563/2019 tersebut dihadiri ratusan umat Budha Banyuwangi maupun dari luar daerah, serta dihadiri Ketua Umum Sangha Therevada Indonesia Bhikkhu Subhapanno Mahathera.

Dalam kesempatan tersebut, Anas mendorong tempat ibadah untuk bisa menjadi tempat multiguna bagi kepentingan masyarakat.

“Saya senang mendengar vihara ini tak sekadar jadi tempat ibadah. Namun juga dimanfaatkan untuk perpustakaan dan balai pertemuan,” ujar Bupati Anas.

Bupati Anas juga menyarankan halaman tempat ibadah bisa dimanfaatkan untuk pengembangan usaha mikro keumatan. Hal itu mengingat posisi vihara yang berada di jalan yang menuju tempat wisata Pantai Teluk Hijau dan Pantai Sukamade.

“Misalnya teman-teman umat Buddha di sekitar sini bisa membuka usaha ritel dan sejenisnya. Atau bisa pula kolaborasi dengan startup teknologi ritel Warung Pintar yang sudah hadir di Banyuwangi,” papar Bupati Anas.

Foto: facebook/B88

Ketua Umum Sangha Therevada Indonesia YM Subhapanno Mahathera mengemukakan bahwa dalam ajaran Buddha berbuat kebajikan menjadi hal utama, dan tempat ibadah pun harus menebarkan kebajikan sebanyak mungkin, tak hanya sekadar menjadi tempat ibadah.

“Jika untuk berbuat kebajikan, pintu vihara harus dibuka selebar-lebarnya,” ujarnya.

Vihara Thirta Vana Jaya dilengkapi dengan asrama, balai pertemuan, hingga perpustakaan. Berbagai fasilitas tersebut, tak hanya dimanfaatkan untuk umat Buddha saja. Warga sekitar yang berlainan agama pun bisa memanfaatkannya.

Baca :
4 Pendaki yang Terjebak di Gunung Rante Berhasil Diselamatkan

Desa Sarongan sendiri selama ini memang terkenal dengan toleransi antarumat beragamanya. Mereka saling menghormati dan tolong menolong dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Contohnya seperti pada acara peresmian tadi, para pemuda Islam yang terhimpun di Banser ikut membantu menjaga lalu lintas sepanjang jalur.

Keharmonisan tersebut diapresiasi juga Bhikkhu Subhapanno Mahathera. Persaudaraan yang dibangun harus terus dipupuk.

“Persaudaraan itu tidak hanya saudara satu kandung. Tapi, juga saudara satu udara,” pungkasnya.

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]