Semua Tokoh Kompak Menjaga Kedamaian

0
463

BANYUWANGI – Pembakaran tempat ibadah yang terjadi di Tolikara, Papua, saat salat Id Jumat lalu (17/7) disikapi bijak seluruh komponen di Bumi  Blambangan. Tiga pilar pemerintahan dan beberapa tokoh agama langsung melakukan pertemuan di Hotel Santika, Banyuwangi, Sabtu malam lalu (18/7).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mereka sepakat mencegah penyebaran sensitivitas antar agama akibat kejadian tersebut. Kapolres Banyuwangi AKBP  Bastoni Purnama yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, peristiwa tersebut adalah ulah oknum. Sehingga, dia meminta agar tokoh agama dan masyarakat di Banyuwangi tidak terpancing.

Apalagi, terkait indikasi pengiriman masa ormas agama untuk melakukan aksi balasan. “Banyuwangi adalah miniatur kecil dari Indonesia dengan berbagai macam budaya yang ada. Saya harap kejadian tersebut tidak memancing gesekan di Banyuwangi,” ujarnya.

Komandan Kodim 0825 Letkol Inf. Mangapul Hutajulu menambahkan, kondisi di wilayah Tolikara tidak stabil. Sehingga, kemungkinan terjadi konflik bukan hanya karena masalah agama. Dia mengharap masyarakat tidak  terprovokasi dan mempercayakan pengusutan masalah itu hingga tuntas kepada Polri.

Loading...

Selanjutnya, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menjamin di Banyuwangi  tidak akan timbul gejolak. Sebab, selama ini komunikasi antar umat beragama dilakukan dengan kompak. “Insyaallah saya menjamin apa yang terjadi di Papua tidak akan merambat ke sini.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2