Tarian Burung Enggang Meriahkan Festival Konservasi Nasional di Banyuwangi

0
1465
Penari wanita memerankan Sang Burung Enggang sedangkan Ipin dengan pakaian Adat Dayak Kenyah bermain Sampeq. (Foto: timesindonesia.co.id)

BANYUWANGI – Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2017 yang berpusat di Taman Nasional Hutan Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, juga dilengkapi Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Jawa Timur.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya festival tersebut di Banyuwangi. Banyuwangi memiliki 2 Taman Nasional (TN) yakni TN Alas Purwo dan TN Meru Betiri ditambah satu Cagar Alam Ijen yang juga terdapat Taman Wisata Alam Puncak Ijen di dalamnya.

“Tentu ini akan menambah pengenalan masyarakat Banyuwangi tentang alam yang harus dijaga dengan tenda-tenda pameran yang disediakan,” ucap Anas, Sabtu (12/8/2017).

Festival itu semakin menarik ketika dalam pembukaannya pengunjung disuguhi tarian anak Suku Dayak Kenyah perwakilan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) dari Provinsi termuda di Indonesia, Kalimantan Utara.

Taman Nasional yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia itu menghadirkan dua orang penari, satu laki-laki sebagai pemburu dan seorang wanita sebagai Burung Enggang atau Burung Rangkok, ditambah seorang pemain alat musik tradisional Dayak Kenyah bernama Sampeq.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last