Ungkap Pemerkosaan Gadis SMP, PPA Tunggu Hasil Visum Dokter

  • Bagikan

Diimingi-Pekerjaan,-Gadis-15-Tahun-Ditiduri

BANYUWANGI – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyuwangi terus mengebut pemeriksaan kasus dugaan asusila yang melibatkan Mohamad Asep, 18, warga Desa/Kecamatan Glenmore. Tersangka yang kini mendekam di sel tahanan Polres Banyuwangi itu terus dikorek keterangannya.

Hasil pemeriksaan, Asep diketahui baru  sekali berbuat tidak senonoh terhadap Saritem (samaran), 15, korban asusila. Korban tercatat kekasihnya sendiri. Perbuatan itu dilakukan di rumah pelaku saat menginap sebelum  mereka berhijrah ke Asembagus, Situbondo.

Meski mengaku perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka, penyidik tetap melanjutkan proses hukum atas diri Asep. Sebab, korban masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). “Korbannya masih anak-anak,” beber AKP Stevie Arnold Rampengan, Kasatreskrim Polres Banyuwangi.

Untuk memperkuat sangkaan terhadap Asep, polisi memintakan  visum etrepertum atas diri korban.  Hasil visum sangat ditunggu karena untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP). “Visumnya belum keluar. Segera keluar dalam waktu dekat,” ujarnya.

Asep terancam mendekam di  bui minimal lima tahun penjara.  Dia dijerat Pasal 332 KUHP dan 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang perlindungan  anak. Ini karena dia  diduga melarikan gadis pujaannya,  Saritem.

Dugaan adanya unsur pencabulan itu bermula saat korban ingin ikut bekerja. Keinginan itu  disampaikan korban kepada Asep  lewat layanan pesan singkat  (SMS). Selanjutnya, malam harinya korban menuju rumah  Asep. Sesampai di rumah Asep, korban diajak ke dalam kamar.

Di situlah  dua sejoli yang dimabuk asmara itu melakukan hubungan terlarang yang semestinya belum boleh dilakukan. Namun, iming-iming  akan dinikahi seolah menjadi candu bagi korban. Usai menyetubuhi korban,  keduanya menuju Asembagus,   Situbondo.

Di sana yang dituju adalah rumah kakak Asep. Hilangnya Saritem rupanya membuat keluarga bingung. Selama dua hari hilang, orang tuanya segera melapor ke polisi. Setelah dilacak selama dua hari,  keberadaan korban ditemukan.

Tim Resmob yang menciduk  korban segera membawa korban dan pelaku ke Banyuwangi. Dihadapan penyidik, Asep mengaku  baru sekali menggauli korban. Saat di Situbondo keduanya tidak leluasa karena diawasi kakak Asep. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: