Belasan Hektare Cabai Diserang Rayap

0
114
Ilustrasi

WONGSOREJO – Belasan hektare lahan tanaman cabai di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, di serang hama rayap hingga kemarin (28/9). Hama tersebut menggerogoti batang serta akar cabai sehingga tanaman kering lalu mati.

Tidak hanya itu, organisme pengganggu tanaman seperti kutu putih, penyakit busuk buah, dan semacam jamur juga merajalela di lahan seluas 12 hektare tersebut. Akibatnya, tanaman cabai mati dan mengering, daun pohon cabai berwarna hitam, serta terdapat putih-putih. Dan cabai rawit pun hampir seluruhnya membusuk sehingga petani tidak mendapat hasil panen apa pun dari pohon cabai yang dimilikinya.

Loading...

Buri, 60, seorang petani cabai di Desa Bangsring mengatakan, hama menyerang tanaman cabai rawit miliknya sejak tiga pekan lalu. Petani hanya bisa pasrah dengan hasil panen yang di dapatkannya.

“Hasil panen jadi berkurang. Sekarang pohonnya banyak yang mati,” ujar Buri. Selain itu harga cabai rawit yang kini hanya Rp 6.000 per kilogram (kg) membuat petani semakin terpuruk. Harga yang tidak kunjung naik tersebut dipicu akibat banyak daerah yang menanam cabai sehingga pasokan cabai melimpah dan harga semakin merosot.

Saat kondisi normal dan tidak diserang hama, petani mengaku bisa memanen sebanyak 40 kg cabai rawit per minggu. Untuk sekarang ini petani hanya bisa memanen cabai 25 kg per minggu saja. “Cuaca juga mempengaruhi. Mungkin karena panas, akhirnya rayap mencari tempat yang lebih dingin di sekitar area lahan cabai,” ucap Buri.

Sebagai langkah penanganan, petani sudah melakukan penyemprotan dengan pestisida terhadap tanaman cabai rawit miliknya. Namun, hingga saat ini hama rayap masih menggerogoti batang tanaman cabai dan hasil panen yang didapatkan petani terancam menurun.

“Karena yang diserang itu batang dan akar yang ada di bawah tanaman sehingga sulit dijangkau,” tandas Buri. (radar)

loading...