1 Kg Cabai = 18,5 Liter Pertamax

0
2246

Saat ini kondisi cuaca yang tidak  menentu bisa menimbulkan keru sakan pada tanaman, misalnya layu. ‘’Kondisi cuaca yang anomali membuat tanaman cabai  rawit tidak normal,’’ ungkapnya. Selain itu, banyak petani yang memilih tidak menanam cabai  rawit karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal itu juga yang  membuat jumlah cabai rawit  yang dipanen tidak melimpah.

‘’Memang faktornya masalah  cuaca,’’ dalihnya.  Harga cabai rawit yang melambung tinggi bukan hanya terjadi di Banyuwangi. Berbagai daerah  lain di Jawa Timur banyak yang mengalami kondisi serupa.  “Seperti Malang dan Surabaya, harga cabai juga naik cukup  drastis,’’ sebutnya.

Sebetulnya, lanjut Ketut, Banyuwangi termasuk kawasan sentra cabai rawit di Jawa Timur.  Tapi, minimnya hasil panen membuat harga yang akhirnya dimainkan oleh oknum-oknum tertentu. ‘’Terutama dimainkan  oleh para pemodal,’’ tudingnya.

Minimnya hasil panen itumemaksa kalangan distributor luar daerah melirik Banyuwangi.  Mereka memasok cabai rawit di sejumlah pasar di Kota Gandrung. ‘’Harganya sudah tinggi, di pasar juga otomatis naik juga,’’ cetusnya. Memang ada upaya untuk kembali menstabilkan harga  cabai rawit tersebut.

Hanya saja, hal itu tidak langsung berlangsung  dalam waktu sekejap. ‘’Kita berusaha agar harga kembali normal,’’ imbuh mantan Kepala Dishub Banyuwangi itu. (radar)

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | Next → | Last

Baca :
Cegah Covid-19, Pemkab Banyuwangi Tutup Sementara Pengujian Kendaraan Bermotor