Abu Raung Seputar Kota mulai Menipis

0
570

BANYUWANGI – Beberapa hari lalu, abu vulkanik Gunung Raung sempat merambah hampir seluruh kecamatan yang ada di Banyuwangi. Intensitas abu vulkanik Gunung Raung juga sempat sangat lebat. Bahkan sampai mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya bagi para pengendara sepeda motor yang melintas  di jalanan kota Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun, Kamis (6/8) kemarin intensitas abu vulkanik Gunung Raung yang dirasakan masyarakat Banyuwangi sudah sangat tipis sekali. Data Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi menyebutkan,  arah angin dari Gunung Raung sampai kemarin masih  menuju ke arah selatan.

Namun, kecepatan angin yang membawa abu raung bertambah. Jika sebelumnya berada pada kecepatan 27 km/jam, sejak kemarin sudah bertambah berada pada kecepatan 37 Km/jam. ”Ketinggian abu yang terbawa angin juga semakin tinggi, saat ini (kemarin) berada pada ketinggian 17 ribu feet atau sekitar  5 kilo meter,” kata prakirawan BMKG Anjar Triono Hadi.

Dia menyadari, abu vulkanik  Gunung Raung yang jatuh di Banyuwangi memang menipis sejak kemarin. Bertambahnya kecepatan angin dan ketinggian angin yang membawa abu tersebut yang menjadi pemicu abu  vulkanik Gunung Raung mulai  menipis di Banyuwangi.

”Abu memang masih mengarah ke tenggara atau mengarah ke Banyuwangi, tapi abu yang terbawa  angin ini lebih condong mengarah jauh ke arah tenggara. Artinya Banyuwangi hanya dilewati saja,” jelas Anjar Meski begitu, pihak BMKG Banyuwangi masih memprediksi  arah angin yang membawa abu ini masih menuju ke arah  tenggara sampai dua hari ke depan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last