Ancam Tangkap Mucikari

0
321

Kapolres Cium Gelagat Lokalisasi Hidup Lagi

BANYUWANGI – Seluruh lokalisasi prostitusi di Banyuwangi telah ditutup sejak beberapa tahun lalu. Namun demikian, masih ada saja oknum-oknum yang mencoba meraup untung lewat “bisnis lendir” tersebut. Yang terbaru, Polres Banyuwangi mengendus beberapa lokalisasi prostitusi liar beroperasi di Bumi Blambangan.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto, mengatakan selama Ramadan pihaknya akan mengintensifkan razia di seluruh penjuru kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. “Razia tetap dilaksanakan, bahkan kita akan mengintensifkan razia karena, informasinya ada lokalisasi liar yang beroperasi,” ujarnya.

Loading...

Menurut Kapolres Agus, berdasar informasi yang diterima, lokalisasi prostitusi liar tersebut tersebar di beberapa tempat. Salah satunya di wilayah Kecamatan Singojuruh. “Maka, akan kami tangkap mucikarinya kalau masih beroperasi lagi. Kan selama ini hanya penjaja seks komersial (PSK)-nya yang dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring),” cetusnya.

Sementara itu, Agus mengingatkan, sesuai petunjuk Pemkab Banyuwangi, seluruh tempat hiburan malam harus stop beroperasi selama Ramadan. Karena itu, Agus mengaku pihaknya akan mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi tempat-tempat hiburan malam yang tetap beroperasi selama bulan suci umat muslim tersebut.

Selain patroli, imbuh Kapolres, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemkab, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan TNI dalam rangka menegakkan aturan seluruh tempat hiburan malam stop beroperasi selama Ramadan. “Jika kedapatan, akan dilakukan penindakan, lalu kita koordinasikan ke Pemkab,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Majelis UIama Indonesia (MUI) KH. M. Yamin, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya aparat kepolisian memastikan seluruh tempat hiburan malam tutup selama Ramadan. “Kami minta diajak untuk memberikan support,” cetusnya.

Yamin meminta masyarakat untuk ikut serta dalam upaya menjaga kesucian bulan Ramadan. “Kami juga meminta kepada masyarakat untuk ikut serta. Kalau tidak ada ikut serta masyarakat, tidak mungkin upaya yang dilakukan kepolisian dan instansi terkait lain tercapai,” pungkasnya. (radar)

loading...