BEC Cilik Jadi Dayang Kemanten

  • Bagikan

WONGSOREJO – Peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) golongan dewasa tuntas menjalani karantina. Kemarin (27/8) giliran peserta BEC cilik yang dilatih. Ada sekitar 40 anak usia sekolah dasar yang diajari teknik rias wajah dan pengenalan terhadap kostum yang akan mereka gunakan dalam BEC 17 Oktober mendatang.

Lantaran tema BBC kali ini adalah kemanten Oseng. maka anak-anak kecil tersebut juga difungsikan layaknya dayang atau pengapit yang biasa mendampingi pengantin.  Kostum yang akan mereka gunakan nanti memiliki beberapa komponen yang terdiri atas peralatan rumah tangga, seperti kukusan, sutil atau soled, dan entong.

Para BEC Cilik itu hanya satu  hari menjalani pelatihan atau Workshop. Orang tua mereka diperkenankan ikut mengawasi dan membantu anak-anaknya supaya mengerti yang harus mereka siapkan dalam performance nanti.

Beberapa anak kecil yang dihias wajahnya pun tampak antusias dan sesekali mempraktikkan gaya korea yang mereka pelajari. Kasi Informasi Budaya dan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofik, mengatakan workshop tersebut akan berakhir pada Senin (30/8).

Ditutup dengan Workshop untuk peserta BEC tahun 2014. “Yang anak-anak cukup sehari, karena kostumnya kan tidak membuat sendiri. Sisanya nanti BEC Seblang tahun 2014. Mereka di refresh beberapa persiapan supaya tidak lupa.” terang Rofik. S

ementara itu, terkait mahalnya harga pembuatan kostum, Kabid Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Alfin Kurniawan, memberikan solusi bahwa para peserta bisa mencari sponsor. Jadi, pada kostum BEC nanti dapat disertakan logo perusahaan yang mensponsori.

“Bisa dari BUMD atau BUMN. Kan jadi tidak terlalu berat. Tapi kita tetap ajari membuat kostum yang lebih ekonomis,” ujarnya. (radar)

Baca :
Penemuan Mayat Tertutup Dedaunan Kering, Ditemukan oleh Pekerja di Perkebunan Kalirejo Glenmore
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: