Calon Bupati Independen Belum Berani Deklarasi

  • Bagikan

BANYUWANGI – Bakal pasangan calon bupati (cabup) independen pada pemilihan bupati (pilbup) 2015 hingga saat ini belum ada yang berani mendeklarasikan diri sebagai penantang cabup partai politik (parpol). Padahal, penyerahan berkas dukungan warga sebagai syarat pendaftaran cabup pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) tinggal 13 hari lagi.

Untuk bisa mendaftarkan diri sebagai pasangan cabup, KPU memberi kesempatan cabup independen menyerahkan berkas dukungan mulai 11 hingga 15 Juni 2015. Jika dalam tenggang waktu lima hari itu bakal cabup independen tidak menyerahkan berkas dukungan, maka bisa dipastikan dia tidak bisa maju sebagai peserta pilbup.

Berkas dukungan warga berupa hard copy dan soft copy yang disiapkan KPU untuk bakal cabup independen belum banyak yang mengambil. Satu-satunya bakal pasangan cabup yang sudah mengambil hard copy dan soft copy dukungan warga hanya Satiyem.

Walau sudah mengambil hard copy dan soft copy dukungan, tapi Satiyem masih malu-malu menyebutkan calon bupati yang akan menjadi pasangannya. Satiyem sudah terus terang tidak akan maju sebagai calon bupati melainkan hanya sebagai calon wakil bupati.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Banyuwangi tersebut mengaku sudah mengantongi sekitar 50 ribu dukungan warga untuk memenuhi persyaratan pasangan cabup dan cawabup dari  jalur perseorangan. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Satiyem mengaku maju pada pilbup karena panggilan jiwa.

Menurut dia, kondisi  Banyuwangi saat ini sudah baik. Namun, masih ada beberapa sisi yang perlu diperbaiki. “Misalnya dari sisi kedewasaan berpikir dan kedewasaan melangkah. Kedewasaan seorang ibu juga diperlukan untuk membangun Banyuwangi ke arah yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Satiyem menuturkan, dirinya memilih maju melalui jalur independen lantaran dia tidak memiliki basic partai politik. Selain itu, dengan maju melalui jalur independen, dia bisa langsung bersentuhan dengan rakyat  saat pengumpulan dukungan yang menjadi persyaratan pasangan cabup dan cawabup perseorangan tersebut.

“Intinya komunikasi dengan rakyat menjadi lebih optimal,” kata dia. Istri mantan ketua Pengadilan  Negeri (PN) Banyuwangi, Ridwantoro, itu mengaku optimistis bisa memenuhi syarat dukungan pasangan cabup-cawabup independen, yakni 107.660 dukungan. “Kami bersama tim sudah bekerja,” kata dia. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: