Hanya Wings Air yang Beroperasi

  • Bagikan

BANYUWANGI – Setelah sepekan lumpuh, aktivitas penerbangan di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, kembali dibuka sejak pukul 09.00 kemarin (10/8). Pembukaan aktivitas penerbangan di bandara kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan itu diberlakukan berdasar Notice of Airmen (Notam) Nomor C0703/15.

Hujan abu yang mulai reda menyebabkan otoritas perhubungan udara mengizinkan penerbangan di bandara yang berlokasi di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, tersebut. Sebelumnya, penutupan Bandara Blimbingsari diberlakukan sejak pukul 13.30 Selasa (4/8) sampai pagi kemarin.

Sayang, di hari pertama pasca pembukaan aktivitas penerbangan di Bandara Blimbingsari, hanya satu maskapai yang melayani penerbangan  dari dan menuju Banyuwangi, yakni Wings Air. Satu maskapai lain, Garuda  Indonesia, memilih tidak melayani rute Surabaya-Banyuwangi pergi  pulang (PP).

Kepala Bandara Blimbingsari, Sigit Widodo mengatakan, Notam C0703/15 menyatakan bandara yang beroperasi sejak akhir 2010 itu beroperasi normal. “Notam tersebut berlaku efektif mulai pukul 09.00 hari ini (kemarin),” ujarnya.

Sigit mengakui pada hari pertama pasca penutupan Bandara Blimbingsari, hanya satu maskapai yang melayani jasa angkutan udara. “Yang aktif hanya Wings Air rute Surabaya-Banyuwangi  PP. Penerbangan Garuda Indonesia rute yang sama cancel.

Garuda Indonesia rute Denpasar-Banyuwangi PP memang off di hari Senin,” jelasnya. Sementara itu, pantauan wartawan di lapangan menyebutkan, pada penerbangan perdana pasca penutupan bandara selama sepekan, jumlah penumpang pesawat yang memanfaatkan jasa angkutan udara di Bandara Blimbingsari cenderung minim.

Penumpang yang turun dari  pesawat yang datang dari Surabaya hanya sekitar belasan orang. Tidak jauh berbeda dengan jumlah penumpangyangdatangdari Surabaya, penumpang yang pergi ke ibu kota Provinsi Jatim dengan menumpang pesawat Wings Air pun hanya 20o rang.

Seperti diketahui, penutupan Bandara Blimbingsari diberlakukan sejak Selasa (4/8) lantaran wilayah Banyuwangi dan sekitarnya dilanda hujan abu tipis. Hujan abu itu terjadi akibat semburan material vulkanik Gunung Raung.

Aktivitas vulkanik Gunung Raung bukan kali ini saja mengakibatkan penutupan Bandara Blimbingsari. Sebelum Idul Fitri, tepatnya sejak 10 Juli sampai 17 Juli, penutupan serupa juga diberlakukan lantaran material vulkanik yang berasal dari gunung di perbatasan Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso, itu mengganggu  rute penerbangan dari dan menuju Banyuwangi. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: