Ibunya Kabur saat Warga Sibuk Kerja Bakti

0
284
CUEK: Fitri bermain sepeda saat dijemput oleh
kakeknya, Suyono di Desa Sembulung.

Suasana haru mewarnai penjemputan Fitri, balita yang ditinggal ibunya di dalam bus. Banyak warga Desa Sembulung, Kecamatan Cluring yang meneteskan air mata saat bocah berumur tiga tahun itu dijemput kakeknya, Suyono, 53, warga Dusun Truko, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

-AGUS BAIHAQI, Cluring-

“BAPAK, mana ibu?” kalimat itu sempat meluncur hingga beberapa kali dari mulut Fitri, sesaat setelah Suyono bersama Kepala Dusun (Kadus) Truko, yang juga bernama Suyono itu datang ke rumah Mad Zainuri, sopir bus yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Sembulung, Sabtu siang itu (16/6).

Sang kakek terlihat hanya terduduk kaku mendapat sambutan cucunya. Mulutnya seperti terkunci, dengan raut wajah tampak tegang. Tidak jelas, apa yang ada di benak pikiran lelaki tersebut. Dia hanya bisa mengamati cucunya yang beberapa kali menanyakan kabar ibu kandungnya.

Kata-kata yang meluncur dari mulut Fitri itu, ternyata membuat puluhan warga yang sebagian besar perempuan merasa terharu. Mata mereka tampak berkaca-kaca dan tidak sedikit sampai menangis melihat balita itu. Suasana di halaman rumah Zainuri yang mulanya ramai, tiba-tiba juga berubah sunyi.

“Masih hafal dengan mbahe (kakeknya),” cetus sejumlah ibu. Rencana kedatangan keluarga balita bernasib malang itu memang sempat mendapat perhatian warga Desa Sembulung. Sejak pukul 08.00, belasan warga sudah berdatangan ke rumah Zainuri, sang sopir bus jurusan Jember-Banyuwangi itu.

Di antara warga yang datang, tampak pula beberapa perangkat Desa Sembulung. “Informasinya, mereka (keluarga Fitri) akan datang pada pukul 08.00,” terang Zainuri. Beberapa warga ada yang tidak sabar dan pulang, setelah rombongan yang ditunggu ternyata tidak kunjung datang hingga pukul 11.00.

Baru sekitar pukul 11.30, suasana halaman rumah Zainuri kembali ramai ketika keluarga Fitri tiba. Sambil membawa map warna merah, Suyono, kakek Fitri itu berjalan disambut keluarga Zainuri. Saat itu, Fitri yang digendong Tukijan, ayah Zainuri juga ikut menyambut mereka. Tapi, balita itu hanya melihat kakek kandungnya dengan tatapan datar-datar saja.

Suasana semakin haru, saat Fitri yang diturunkan dari gendongan berjalan mendekati sang kakek. Dengan suara polos, bocah ini menyapa kakeknya dan menanyakan kabar ibu kandungnya. “Mana ibu?” tanya Fitri sambil terus memandangi kakeknya yang duduk di kursi di depannya.

Sejumlah perempuan yang matanya berkaca-kaca saat melihat Fitri akan dijemput oleh kakeknya, spontan ikut menangis ketika Fitri meronta dan menangis saat akan diajak pulang oleh kakeknya sendiri. “Sudah, saya ikhlas kalau Fitri dirawat di sini dulu,” kata sang kakek dengan suara berat. Suyono mengaku kalau dirinya yang selama ini telah merawat cucunya.

Sampai saat ini, Fitri tidak pernah melihat ayah kandungnya. Sejak dalam kandungan, ayahnya yang bernama Trimo pergi ke Sumatera dengan mengajak dua kakaknya. “Ibunya Fitri itu namanya Farida, dan dia itu anak saya,” jelasnya. Sejak ditinggal minggat suaminya ke Sumatera, jiwa Farida tergoncang hingga seperti orang stres.

Tapi, Farida sebenarnya normal karena bisa bekerja seperti orang pada umumnya. “Farida itu selama ini bekerja di Bali, karena sakit ya saya jemput,” cetusnya. Sebelum kabur dengan membawa Fitri, Farida baru sepuluh hari berada di rumah Suyono. Anak dan cucunya ini pergi saat Suyono pergi kerja bakti bersama warga kampung.

“Saya sempat mencari ke mana- mana, tapi tidak ketemu,” jelas Suyono. Selama ini, Suyono mengira Fitri ikut pergi bersama ibunya. Makanya, dia juga kaget saat melihat cucunya diberitakan di televisi karena ditemukan seorang diri di dalam bus jurusan Jember – Banyuwangi oleh sopir bus. “Sampai saat ini, saya juga tidak tahu ke mana kira-kira perginya Farida,” kata Suyono. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :