Innova Nyemplung Sungai, Satu Orang Tewas

0
207

GAMBIRAN-Kecelakaan maut terjadi di Dusun Stembel, Desa/Kecamatan Gambiran. Mobil Toyota Innova dengan nomor polisi P 444 WA yang dinaiki rombongan keluarga, terjun bebas ke sungai, Senin malam (2/1). Dalam kecelakaan itu, salah satu penumpang,  Asmudi, 63, warga RT 1, RW 3, Dusun Stembel,  Desa Gambiran, mengalami luka yang cukup  serius. Korban itu akhirnya meninggal saat dibawa ke RS Al Huda, Genteng.

Menurut Kapolsek Gambiran, AKP I Ketut Redana melalui Kanitlantas, Iptu Kateno, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 20.45. Saat kejadian, mobil  Toyota Innova yang disopiri, Syaifurohman, 25, asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, itu melaju dari arah timur.

“Mobil itu ditumpangi  keluarga dengan jumlah sembilan orang,” katanya. Kanitlantas mengaku masih belum tahu pasti penyebab kecelakaan. Sebab, sopir mobil Toyota Innova, masih sock berat dan belum bisa dimintai keterangan. “Sopir masih belum bisa dimintai  keterangan,” ujarnya.

Hanya saja, dari keterangan sejumlah saksi  menyampaikan kecelakaan yang terjadi di bawah  jembatan itu bermula saat mobil warna putih itu  sekitar pukul 20.45 melaju dari arah timur. Setiba di  lokasi, mobil ini menabrak pembatas jembatan di bagian kiri dan akhirnya nyemplung ke sungai.

“Mobil nyemplung ke sungai dan terbalik,” ungkapnya. Dalam kecelakaan itu, sembilan penumpang  mengalami luka. Malahan, salah satu penumpang Asmudi, 63, asal Dusun Stembel, Desa Gambiran mengalami luka cukup parah dan akhirnya  meninggal.

“Yang meninggal satu, lainnya luka ringan,” cetusnya. Mobil Toyota Innova yang nyemplung ke sungai itu, membuat warga di sekitar lokasi kejadian geger. Mereka, ramai-ramai datang untuk menolong para  korban. “Saya sempat salipan dengan mobil itu saat akan membeli rokok, tapi setelah melintas di jembatan  cahaya lampu mobil kok tidak ada,” cetus Iyun, 38, warga Kampung Sumbermulyo, Dusun Stembel,   Desa Gambiran.

Karena curiga, dia bersama warga langsung berjalan ke jembatan itu. Kecurigaannya benar, mobil Toyota Innova yang sempat menyalipnya itu jatuh ke sungai  dengan posisi terbalik. “Warga langsung ramai-ramai menolong, semua masih dalam mobil, ada tas yang hanyut lalu kita kejar,” ungkapnya.

Warga lainnya, Yahudi, 51, mengaku mendengar suara benturan  tapi tidak terlalu keras. Dari suara  itu, langsung lari menuju jembatan  dan melihat kondisi mobil sudah berada di dasar sungai dengan kondisi terbalik. “Saat itu gelap,  saya pulang untuk mengambil lampu senter,” katanya.

Saat kejadian itu Yahudi memastikan semua korban masih dalam  keadaan bernapas, termasuk Asmudi yang akhirnya meninggal. Asmudi ini dievakuasi paling akhir karena posisinya di kursi belakang  dan warga juga kesulitan mengeluarkan.

“Yang meninggal itu kita tolong terakhir,” jelasnya. Yahudi menduga sopir Toyota Innova yang jatuh ke sungai itu mengantuk. Selain itu, kondisi jalan yang sempit dan gelap juga menjadi pemicu kecelakaan. “Pembatas jembatan sangat rendah sehingga  tidak bisa menahan kendaraan yang oleng,” cetusnya.

Sementara itu, perwakilan dari  keluarga korban, Sujiyo, 53, mengaku pihak keluarga menganggap kejadian ini sebagai musibah.  Mengenai kejadian secara mendetail, pihaknya belum bisa memastikan.

“Semua lagi berduka,”  katanya. Rombongan yang mengalami  kecelakaan itu, terang dia, baru pulang dari luar kota. Mereka berangkat dari rumah pada Minggu malam (1/1). “Itu dari tahun baruan,mereka itu masih dalam satu keluarga,” ungkapnya. (radar)

Loading...