Jejak Penyebaran Islam di Blambangan

0
4176

Anggap Sesama Umat Sama, Tidak Boleh Menyakiti

MBAH Unus meninggal pada 8 Pebruari 1994, dan dimakamkan di salah satu bukit yang ada di Desa Tamansari. Seperti makam para auliya, makam mbah Unus tergolong cukup luas dan terawat dengan baik. Pada hari-hari tertentu, makam itu banyak didatangi oleh warga.

Mereka, itu banyak yang dari Surabaya, Jember, dan daerah lain. Sebagian besar, warga yang datang ke makam itu justru warga keturunan. Meski hidup pada tahun 1900-an, tidak ada yang tahu sejarah Mbah Unus. Malahan, nama lengkapnya juga tidak ada yang paham.

“Saya tidak tahu nama lengkap bapak, setahuku ya mbah Unus,” cetus Mohammad Yunus, 60,  putra mbah Unus. Putra kedua dari enam saudara ini, juga mengaku tidak tahu silsilah ayahnya. Yang diketahui, dari garis ibu berasal Sayid Umar As Syakron atau buyut Perang Amuk dari Madura.

“Dari garis ayah tidak pernah mau cerita,” ungkapnya. Saat mbah Unus masih ada, banyak kejadian yang dianggap aneh. Pernah ada dua utusan guru besar dari Arab, Sayid Muhammad Al Maliki, datang ke rumahnya untuk bertemu  dengan ayahnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last