Kekeringan, Warga Alasbuluh Beli Air

0
1147
Warga membeli air yang diangkut truk di Dusun Karang Baru, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, kemarin (2-9).
Warga membeli air yang diangkut truk di Dusun Karang Baru, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, kemarin (2-9).

WONGSOREJO – Tiga desa di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mengalami kekeringan. Desa yang kekurangan air bersih itu adalah Desa Bangsring, Alasbuluh, dan Desa Wongsorejo.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kekeringan sudah dimakan di tiga desa tersebut sejak tiga bulan lalu. Musim panas yang berkepanjangan, membuat warga terpaksa membeli air bersih dari daerah lain yang airnya melimpah. Warga Desa Bangsring dan sekitarnya sudah mendapatkan suplai air dari sumber air Selogiri. Sedangkan Desa Wongsorejo sudah ada tambahan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sehingga pasokan air dapat terpenuhi.

“Untuk Desa Bangsring, air sudah tercukupi namun untuk mengaliri area persawahan masih belum tercukupi,” ujar staf Kantor Desa Bangsring, Saiful Bahri. Sementara itu, Desa Alasbuluh merupakan desa yang paling parah menderita kekeringan di Kecamatan Wongsorejo tahun ini.

Loading...

Hingga kemarin, warga Alasbuluh terpaksa membeli air bersih dari daerah lain. Air bersih itu dimasukkan dalam dua tandon besar warna kuning. Kemudian, tandon-tandon tersebut diangkut truk menuju kampung yang kekeringan. Masing-masing tandon yang dimuat truk itu berkapasitas 2.200 liter. “Untuk air, kami membeli seharga Rp. 150.000 per satu truk.

Kami hanya menggunakan air bersih ini seperlunya saja, terutama untuk air minum ternak,” ujar Armoyo, 55, warga Dusun Karang Baru, Pal Lima, Desa Alasbuluh. Sekadar diketahui, air dari pipa PDAM sebenarnya sudah ada di Dusun Karang Baru, Desa Alasbuluh. Namun debit air yang keluar dari keran PDAM itu hanya terbatas pada musim kemarau kali ini.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2