Sawah Wilayah Muncar Kering

0
1162
Ilustrasi
Ilustrasi

BANYUWANGl – Ancaman kekéringan akibat musim kemarau, tampaknya semakin meluas. Selain di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, para petani yang resah akibat tanaman padinya terancam mati akibat kekurangan air, juga terjadi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar (28/9).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu petani, Suparto, asal Desa Kedungrejo, mengaku sawahnya sudah lama tidak ditanami karena irigasi yang sulit. Hingga akhirnya, di tetap nekat menanam padi karena memiliki cadangan sumur bor.

“Baru sepekan ini menanamnya, air sulit ya nyedot dari sumur bor,” kata lelaki yang berusia 57 tahun itu.

Loading...

Dengan mengaliri sawah dari sumur bor, Suparto menyebut dilakukan dengan cara menyedot pakai mesin diesel. Dan itu, berarti harus mengeluarkan biaya. “Untuk satu petak butuh wakfu seharian,” ungkapnya.

“Suparto mengaku mesin diesel yang dipakai untuk menyedot air itu miliknya sendiri. Sehingga, biaya yang dibutuhkan hanya untuk mémbeli solar. “Dalam sehari, biaya untuk membeli solar habis antara Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu,” terangnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2