Beranda Sosial Kerap Mendengar Suara Gaib Saat Bermalam di Hutan

Kerap Mendengar Suara Gaib Saat Bermalam di Hutan

0
2401
Lilik Supiyati tengah memproses kolang-kaling di rumahnya Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

SELAIN tugas memasak, Lilik Supiyati juga memanfaatkan dapur sederhana itu untuk memproses kolang-kaling yang dia dapatkan dari hutan belantara, Lereng Gunung Raung. Setiap hari, dia harus memproses kolang-kaling hingga puluhan kilogram. Tangan Lilik terlihat terampil mengupas sisa-sisa kulit kolang-kaling yang masih ada.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setelah itu, Lilik menampung dalam sebuah ember besar. Selanjutnya kolang-kaling itu ditimbun dalam tong besar dan dijual ke pasar. Hari-hari sebagai pemburu kolang-kaling, selalu dilewati dengan penuh suka-duka. Ketika harga jebluk, Lilik tetap bertahan dan memilih untuk menekuni pekerjaan itu sebagai gantungan hidupnya. Dia pantang menyerah meski harganya sempat jatuh.

Wanita berusia 31 tahun itu sudah cukup lama bergelut dalam pencarian kolang-kaling di hutan belantara. Semenjak menikah tahun 2004 silam, dia sudah mengais rezeki dengan mencari kolang-kaling di hutan. “Dari dulu sampai anak saya besar sekarang ini,” ujarnya ditemui di kediamannya, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.

Ya, Lilik dikenal warga sekitar sebagai wanita yang pemberani. Dia sama sekali tidak merasa takut ketika sering menginap di hutan. “Sudah biasa bermalam di hutan,” kata istri Arifin, 31 itu. Terkadang dia mendengar suara-suara gaib ketika bermalam di hutan. Tapi, dia tetap tidak peduli dengan suara-suara gaib pada tengah malam itu.

“Suara seperti ada orkes dangdut, malam-malam di hutan mana ada dangdutan. Saya biasa saja,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!