Mahasiswa Untag Kembali Turun Jalan

0
695

Banyuwangi – Sekitar 50 aktivis mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945(Untag) Banyuwangi turun ke jalan tadi malam(17/11). Mereka mendesk pihak rektorat kampus merah putih tersebut tidak ikut cawe-cawe terhadap dualisme kepemimpinan perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam aksi kali ini mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (Ampek) tersebut mengusung keranda. Keranda sebagai simbol matinya Untag Banyuwangi itu dipasang melintang di depan gerbang kampus yang berlokasi di jalan Adi Sucipto, Bnayuwangi tersebut.

Selain mengusung keranda, mahasiswa itu juga melakukan orasi dan membeber spanduk serta poster di tengah ruas Jalan Adi Sucipto. Akibatnya, satu ruas jalan yang merupakan jalan utama di pusat Kota Banyuwangi tersebut ditutup.

Koordinator Ampek, Akyl Gilang Permana, mengatakan pihaknya mendesak rektor mencabut surat penonaktifan sembilan dosen dan dan karyawan Untag. Sebab mahasiswa justru menjadi korban kebijakan tersebut.

“Kami juga mendesak rektor melakukan klarifikasi dan permintaan maaf kepada sembilan dosen dan karyawan yang  karyawan, mereka juga mendesak  dinonaktifkan. Permintaan maaf Direktorat Jenderal Pendidikan  itu harus dilakukan secara terbuka melalui media,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2