Mantan Napi Simpan 20.000 Butir Pil Koplo

0
801

BANYUWANGI – Peredaran obat keras jenis trihexyphenidil alias treks semakin mengkhawatirkan. Obat yang berlabel merah itu ternyata beredar bebas di pasaran tanpa resep dokter. Itu setidaknya terbukti dengan penangkapan Rudi Kristian, 30, warga Kelurahan Pengantikan, Banyuwangi, oleh Satnarkoba Polres Banyuwangi sore kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pria itu ditangkap dirumahnya atas kepemilikan 20.000 pil treks tanpa dilengkapi dokumen sah. Rudi ditangkap di dekat rumahnya di Jalan MH. Thamrin, Gang Mawar, Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi. Pil yang semestinya dijual terbatas itu dikemas dalam 19 kaleng yang masing-masing berisi 1.000 butir dan satu pil treks dalam plastik berisi 1.000  butir.

Pcngakuannya, Rudi mendapatkan barang terlarang itu dari kenalannyra asal Jakarta. Dia kenalan dengan pria itu saat sama-sama mendekam di tahanan. Kemudian, dia mendapat tawaran menjadi agen sekaligus bandar pil koplo di wilayah Banyuwangi.

Loading...

Benar saja, beberapa bulan  setelah bebas, Rudi menjalani profesi yang sempat memasukkan dirinya ke penjara tersebut. Dia mendapat pasokan ribuan pil treks dari kenalamwa tersebut. “Satu kaleng harganya Rp 700 ribu, dijual lagi Rp 1 juta per kaleng,” akunya.

Untuk kali kedua Rudi kini harus berurusan dengan hukum atas kasus yang sama. Dia di tangkap selang beberapa jam setelah kurir obat itu menyampaikan pesanan obat yang di pesan. Kabar transaksi itu akhirnya mendapat perhatian polisi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2