Meski Padi Roboh, Petani Tetap Untung

0
192
PANEN RAYA: Para petani sibuk memanen padi di persawahan Desa Blimbingsari kemarin.

ROGOJAMPI – Ketersediaan air yang melimpah membuat para petani di Desa Blim- bingsari, Kecamatan Rogojampi, tidak ragu menanam padi pada musim tanam kali ini. Minimnya hama yang menyerang tanaman penghasil bahan makanan pokok yang satu ini semakin membuat para petani sumringah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pantauan koran ini kemarin, nyaris seluruh tanaman padi yang ditanam di wilayah Desa Blimbingsari tumbuh subur. Buah padi tersebut juga tampak lebat lantaran batang buahnya panjang-panjang. “Pada musim tanam kali ini, sebagian besar tanaman padi milik para petani sehat. Tidak terserang hama,” ujar Sutiono, 60, petani setempat.

Menurut Sutiono, selain tidak terserang hama, ketersediaan air di areal persawa han di Desa Blimbingsari juga melimpah. “Berbeda dengan saat musim kemarau yang mengakibatkan kurangnya pasokan air, sehingga banyak petani yang memilih menanam palawija. Saat musim penghujan seperti saat ini, sebagian besar petani menanam padi,” kata dia.

Satu-satunya kendala yang dihadapi petani padi adalah banyaknya tanaman padi siap panen yang roboh, sehingga harus segera dipanen. Sebab, jika tidak, buah padi itu akan membusuk. “Banyaknya padi yang roboh itu disebabkan buahnya yang terlalu lebat. Bukan karena serangan hama,” jelasnya. Masih menurut Sutiono, pada musim tanam kali ini nyaris seluruh petani yang menanam padi mendapat keuntungan usaha.

“Ya, meskipun tanaman padi banyak yang roboh, para petani tidak sampai merugi. Masih dapat keuntungan walaupun keuntungannya tidak sebesar jika tanaman padi tidak roboh. Sebab, jika disetor ke pabrik penggilingan padi, tara (pemotongan timbangan)nya cukup besar. Karena bulir padi cukup basah,” pungkasnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :