Penjaja Takjil Diminta Tak Berimpitan

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Fenomena pedagang takjil dadakan yang muncul setiap bulan Ramadan mulai menjadi perhatian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, pasalnya kemunculan para pedagang takjil ikut berpotensi meningkatkan kerumunan orang yang bertentangan dengan prinsip physical distancing.

Seperti yang cukup jelas terlihat di wilayah kota, yakni di sekitar Jalan MT Haryono, barat eks pabrik minyak Naga Bulan Banyuwangi. Setiap sore banyak pedagang takjil yang berjualan di pinggiran jalan tersebut.

Yang jadi masalah, beberapa pedagang juga berjualan di sisi timur jalan meski sudah ada tali pembatas larangan berjualan di sisi itu. Karena dua sisi digunakan untuk berdagang, tak pelak membuat jalan menjadi macet jelang sore hari.

Sekretaris GTPP Covid-19 Banyuwangi Mujiono mengatakan, sebelumnya pedagang sudah diimbau untuk berdagang di satu sisi jalan saja. Selain itu yang perlu diperhatikan juga penggunaan masker selama berjualan.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah meminta kecamatan dan desa/kelurahan setempat untuk terus mengingatkan para pedagang agar menjaga hal tersebut.

“Kita sudah minta pihak kecamatan mengingatkan. Tim woro-woro juga sudah terus berjalan. Tapi kalau tetap tidak mengindahkan nanti bisa dilakukan tindakan dengan satpol PP,” kata Muji.

Social distancing dan physical distancing, terang dia, selama ini menjadi cara ampuh untuk menekan penularan virus. Selama ini wilayah yang mau menerapkan hal tersebut terbukti bisa menekan angka penularan virus sampai yang terendah.

“Social distancing harus diperhatikan sebagai langkah kita mencegah penularan korona,” tandasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: