Pesta Miras, 4 Nyawa Melayang

  • Bagikan
MEMATIKAN: Tersangka Mukhlas bersama ratusan miras oplosan produksinya di Mapolres Banyuwangi kemarin.

Tenggak Vodka yang Dioplos Obat Daftar G

BANYUWANGI – Pesta minuman keras (miras) di Pasar Sobo, Banyuwangi, berakhir tragis. Empat orang tewas setelah menenggak miras bermerek Vodka Kuda dicampur soft drink. Dua orang tewas setelah menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan dua lainnya meninggal di rumah masing-masing.

Polisi kini tengah mengusut pes ta miras yang merenggut empat nyawa tersebut. Penjual miras langsung dimintai keterangan. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa botol miras yang dikonsumsi korban. ”Kita masih periksa saksi-saksi terkait kejadian ini. Penjual miras juga kita mintai keterangan,’’ kata Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Dewa Putu Eka Darmawan.

Empat korban tewas adalah Samdiono, 55, warga Jalan Ikan Layur Nomor 7, Kelurahan Sobo; Abdul Kodir, 19, warga Kelurahan Sumberejo; Nizam Adam, 36, warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat; dan Muchsan, 50, warga Dadapan, Kabat. Samdiono dan Nizam mengembuskan napas terakhir di rumah masing-masing pada Selasa (27/3) pukul 21.30 dan 09.50.

Kodir meninggal di RSI Fatimah pada hari Selasa pukul 17.00. Muchsan meregang nyawa di RSUD Blambangan, Banyuwangi, pukul 18.30. ”Kodir memang sempat menjalani perawatan di sini (RSI Fatimah, Red). Dari analisis medis, dia meninggal akibat pengaruh alkohol kadar tinggi,” kata Kabid Pelayanan Medis RSI Fatimah, dr. Syamsul Ma’arif.

Diperoleh keterangan, pesta miras itu dilakukan di Pasar Sobo pada Minggu (25/3) pukul 18.30. Ada lima orang yang ikut mabuk-mabukan. Mereka adalah Samdiono, Abdul Kodir, Nizam Adam, Muchsan, dan Kus. Miras bermerek Vodka itu dibeli di warung milik Eni di Pasar Sobo. Nizam berperan sebagai tukang joki (membagikan minuman), sedangkan Kus yang mengoplos.

Kini Kus sedang diburu polisi. Informasi dari warga, setelah kejadian, Kus kabur ke Bali. Beberapa sumber mengatakan, Vodka tersebut bikin kelengar karena dioplos soft drink yang dicampur obat daftar G. Ada yang bilang lagi, miras yang digunakan mabukmabukan itu dicampur bensin dan spiritus. Namun, pihak rumah yang sakit yang menangani korban menegaskan bahwa minuman yang dikonsumsi mengandung metanol. ”Yang pasti kandungan alkoholnya cukup tinggi,” kata Kapolsek Blambangan, AKP Ary Murtini, yang kemarin langsung mengecek ke RSI Fatimah.

Baca :
Lupa Matikan Kompor, Deretan Warung di Kalibaru Manis Dilalap Api

Usai pesta miras, empat orang itu masih sempat pulang ke rumah masing-masing. Kabar mengejutkan baru terdengar pada Selasa (27/3). Empat orang itu dikabarkan meninggal. Yang pertama meregang nyawa adalah Nizam. Warga
Desa Dadapan itu tewas sekitar pukul 09.50. Kemudian, disusul Muchsan pukul 18.30, Kodir pukul 17.00, dan Samdiono pukul 21.30. ”Korban ada yang meninggal di rumah sakit dan di rumahnya masing-masing,’’ jelas Kapolsek Ary Murtini.

Terkait kejadian tersebut, petang kemarin penyidik Reskrim Polres Banyuwangi langsung mendatangi lokasi pesta miras. Di tempat itu penyidik memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk pemilik warung bernama Eni. Di toko milik
Eni inilah miras merek Vodka Kuda itu dibeli. Eni membeli miras tersebut kepada Fika seharga Rp 15.000 per botol. Eni menjualnya seharga Rp 20.000. ”Penjual miras sudah kita mintai keterangan,” tandas Kasat Reskrim AKP Dewa Putu Eka Darmawan. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: