PSK Pensiun Dapat Rp 5 Juta

0
241

BANYUWANGI- Bupati Abdullah Azwar Anas melakukan salat tarawih bersama warga Muhammadiyah di masjid besar Ahmad Dahlan Banyuwangi Sabtu malam kemarin (21/7). Usai salat tarawih, dia didaulat untuk mengisi ceramah hikmah Ramadan oleh pengurus takmir masjid di Jalan Adisucipto Banyuwangi itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Malam itu, Bupati Anas datang tidak sendiri. Dia hadir bersama istrinya, Ny Hj Ipuk Festiandani dan beberapa pejabat pemkab. Dalam ceramahnya, Bupati Anas mengajak seluruh umat Islam dan warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan Ramadan sebagai bulan ibadah kepada Allah Swt. “Bulan Ramadan penuh dengan keajaiban, ayo kita ciptakan bulan ini sebagai bulan untuk mendekatkan diri kepada sang Khaliq,” serunya.

Pada bulan Ramadan, kata Anas, banyak amalan yang tidak bisa diperoleh pada sebelas bulan yang lain. Karena itu, seluruh umat Islam hendaknya memanfaatkan kesempatan Ramadan ini dengan berbuat amal sebanyak-banyaknya. “Selain kita gunakan sebagai bulan ibadah, ayo kita jadikan Ramadan sebagai bulan berbagi untuk sesama,” katanya.

Secara bertahap, jumlah warga miskin di Banyuwangi terus berkurang. Walau berkurang, namun jumlah warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan masih banyak. Untuk itu, Bupati Anas mengajak umat Islam yang memiliki kecukupan secara ekonomi untuk dapat membantu mengentaskan warga miskin.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang tepat untuk action membantu dan mengentaskan warga Banyuwangi yang masih terbelenggu kemiskinan. Dalam kesempatan itu pula, Bupati Anas juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk ikut aktif membersihkan praktik prostitusi dan lokalisasi dari Banyuwangi.

Loading...

“Bupati dan semua tokoh agama sudah berkomitmen untuk memberantas prostitusi dan lokalisasi. Ayo bersama-sama berantas kemungkaran itu,” ajaknya. Di beberapa daerah lain, pemerintah daerahnya sudah menutup lokalisasi. Sementara di Banyuwangi, masih ada sekitar 13 lokalisasi yang masih beroperasi.

Bupati Anas menyampaikan, selama lokalisasi itu dilihat sebagai bentuk penyiapan lapangan pekerjaan, maka selamanya tidak akan mampu mengurangi dan menghilangkan prostitusi dan lokalisasi. Tapi kalau lokalisasi dilihat se- bagai sumber penyakit, insyaallah lokalisasi dan prostitusi dapat di kurangi.

Tahun 2011 lalu, beber Bupati Anas, jumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK) mencapai sekitar 600 orang lebih. Namun pada tahun 2012 ini, jumlah PSK tersisa tinggal 231 orang saja. “PSK-nya dapat dikurangi, namun sekarang mucikarinya yang tidak bisa dikurangi,” tegasnya. Pada kesempatan itu pula, Bupati Anas menyampaikan bahwa PSK yang mau bertobat akan mendapatkan bantuan dari Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Banyuwangi.

Gubernur sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3 juta dan pemerintah daerah akan menambah sekitar Rp 2 juta. “Sehingga total setiap PSK yang mau bertobat akan menerima bantuan dana sebesar Rp 5 juta,” ungkapnya. Di akhir ceramahnya, Bupati Anas mengajak seluruh warga Banyuwangi untuk menjaga keluarganya untuk tidak mendekati lokalisasi.

Sebab berdasarkan hasil pendataan, di semua lokalisasi yang ada di Banyuwangi kini ada penderita HIV/AIDS. “Karena itu, lokalisasi jangan lagi dilihat sebagai penyedia lapangan kerja namun ayo kita lihat sebagai sumber penyakit yang mengancam masa depan kita bersama,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Anas menggelar salat tarawih bersama di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari. Selain ribuan santri, pengasuh ponpes Blokagung KH Hisyam Syafa’at juga ikut serta menggelar tarawih bersama Bupati Anas. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :