Ritual Minta Hujan

0
447
TRADISI MINTA HUJAN: Dua pemain tiban adu ketangkasan untuk saling mencambuk lawannya, siang kemarin.
TRADISI MINTA HUJAN: Dua pemain tiban adu ketangkasan untuk saling mencambuk lawannya, siang kemarin.

BANGOREJO – Kemarau panjang yang terjadi belakangan ini membuat sebagian warga warga Dusun Sere, Desa/ Kecamatan Bangorejo, merasa perlu menggelar acara ritual tiban. Warga meyakini ritual tiban ini bisa mendatangkan hujan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Permainan saling cambuk yang ditempatkan di tengah sawah itu mampu menyedot ratusan pengunjung dari berbagai kecamatan di Banyuwangi Selatan. Sejak pagi hari, mereka sudah berbondongbondong ke lokasi untuk menyaksikan kegiatan saling cambuk sesama pemain tiban tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta harus melepas baju mereka, lalu saling berhadapan adu ketangkasan untuk mencambuk anggota badan lawan secara bergantian.

Untuk menghindari terjadinya keributan, permainan tiban itu dipimpin seorang landang (wasit). “Setiap peserta kita beri tiga kali kesempatan untuk mencambuk badan lawanya, “ kata Satim, 44, Kepala Dusun Bango Sere, sekaligus ketua panitia acara tersebut.

Loading...

Dengan diiringi gamelan tradisional, para pemain tiban terlebih dahulu menari. Begitu melihat lawannya lengah, maka cambuk yang terbuat dari lidi aren itu dipukulkan ke arah badan lawan. Siapa yang tangkas mengelak dan menangkis cambukan lawan dia tidak akan tergores sedikitpun.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2