Satlantas Polres Banyuwangi Larang Siswa Naik Sepeda Motor

0
166

BANYUWANGI – Maraknya kasus kecelakaan yang menimpa kalangan pelajar belakangan ini mendapat perhatian serius dari Satlantas Polres Banyuwangi. Dalam kurun waktu hampir dua pekan, di Banyuwangi sudah memakan korban jiwa hingga merenggut nyawa delapan  orang.

Tragisnya, semua korban meninggal tujuh orang, di antaranya merupakan pelajar. Tingginya angka kecelakaan yang menimpa pelajar membuat kepolisian menggandeng pihak sekolah.   Tujuannya untuk meminimalisasi jumlah korban laka. “Kami akan lakukan langkah strategis dalam sepekan ke depan,” tegas Iptu Budi Hermawan, Kanit Laka Polres Banyuwangi.

Untuk  koordinasi dengan pihak sekolah, pihaknya akan melibatkan Unit Dhikyasa. Peran sekolah diharapkan bisa membantu memberikan pemahaman bagi siswa untuk tidak mengendarai sepeda motor sebelum usia mereka mencapai 17 tahun.

Selebihnya, seluruh jajaran Satlantas Polres Banyuwangi juga mempersiapkan operasi masal dalam waktu dekat. Sasarannya adalah pengendara roda dua  dengan pengemudi kalangan  pelajar atau mereka yang belum berusia 17 tahun alias tidak memiliki surat izin mengemudi.

“Kami akan sosialisasikan dulu  supaya siswa yang membawa motor ke sekolah tidak lagi digunakan. Cukup pakai kendaraan umum atau diantar orang tuanya,” tandasnya.  Ini patut menjadi perhatian orang  tua juga. Dengan dalih efektivitas  dan efisiensi memberikan siswa yang belum cukup umur ke sekolah  dengan naik motor bisa merugikan.

Pasalnya, nyawa anak menjadi taruhannya. Saat insiden kecelakaan terjadi biasanya orang tua baru menyadari kekeliruannya. Setidaknya dua kasus kecelakaan di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, pada Minggu (8/1) dan Selasa (10/1) kemarin bisa menjadi pembelajaran. Jalanan  kembali meminta korban jiwa. Setelah diselidiki korbannya lagi lagi adalah pelajar.

“Setelah ini akan kami tertibkan. Melanggar akan kami tilang bila perlu motornya kami amankan di mako,”  tegasnya. (radar)

Loading...