Tradisi Gelar Songo di Desa Glagah

0
1085

Punya Filosofi Menjaga Sembilan Lubang Tubuh


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SETIAP tanggal 9 Suro masyarakat Desa Glagah melaksanakan selamatan desa yang bertajuk Gelar Songo. Tradisi itu merupakan tradisi warisan nenek moyang yang bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa dan juga sebagai ritual bersih-bersih Desa Glagah.

Sebelum tradisi Gelar Songo dilaksanakan, warga lebih dulu melaksanakan selamatan di depan rumah masing- masing. Mereka juga memanjatkan doa secara bersama dengan dipandu salah satu warga melalui pengeras suara di masjid setempat.

Keesokan harinya atau Kamis (22/10), tepatnya tanggal 9 Suro kalender Jawa, warga melaksanakan ritual adat inti. Ritual adat itulah yang disebut Gelar Songo. Gelar Songo wajib dilaksanakan warga sebagai ungkapan syukur dan penolak bala.

“ini wajib dilaksanakan. Kalau tidak dilaksanakan mesti ada suara baong (suara mengaung) terdengar di desa kami,” ujar Kepala Desa Glagah, Muhammad Hairihi.  Pagi kemarin, seluruh warga Desa Glagah sudah sibuk menyiapkan segala keperluan selamatan kampung di desanya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last